Skipnesia.com (Kesehatan) - Setiap manusia yang hidup pastinya membutuhkan air, karena air berfungsi sebagai pemberi energi bagi manusia untuk tetap bisa bertahan hidup. Selain makanan, peranan air sebagai penunjang kehidupan manusia sangatlah penting. Bukan hanya manusia saja, hewan dan tumbuhan pun membutuhkan air supaya tetap bisa hidup. Bayangkan saja jika dunia sudah kehabisan air, pastinya semua makhluk hidup akan mati kehausan. Meski kita kini masih bis menemukan iar dimana-mana dengan mudahnya, tetapi ita juga harus mampu untuk menghemat air.
Home » All posts
11 Manfaat Air Putih Bagi Kesehatan
Peluang Bisnis Properti 2014
Skipnesia.com (Bisnis) - Mungkin Anda bertanya apakah bisnis properti masih ada peluang dijalankan untuk era modern sekarang ini? Jawabannya adalah “YA” dalam huruf besar. Bisnis properti benar-benar berpeluang untuk mendapatkan uang dalam jumlah banyak dengan cara yang benar. Dibandingkan bisnis lain, memang bisnis properti keuntungannya yang paling besar, jadi Anda tidak mengandalkan omzet lagi. Namun pastinya tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena modal yang harus dikeluarkan juga besar. Jika Anda belum mempunyai modal yang mencukupi, alangkah baiknya Anda sambil menabung juga menghadirkan investor untuk turut mau membantu Anda menanamkan modal atau istilah umumnya disebut dengan berinvestasi.
Contoh nyata bagaimana raihan sukses seseorang dalam menjalankan usaha properti adalah Agung Podomoro Group yang bisa dikatakan sebagai perusahaan pengembang properti terbesar di negara kita. Sebelumnya, mungkin Anda juga pernah bukan mendengar nama perusahaan yang satu ini di salah satu stasiun televisi nasional? Ya, dari sisi ini juga Anda dapat menyimpulkan bahwa prinsip sukses adalah setelah berhasil mencoba lebih berhasil lagi dengan mengiklankan usahanya kepada masyarakat agar usahanya terus melaju dengan kencang. Bagaimanapun juga, kesuksesan seseorang saat ini adalah berkat perjuangan kerasnya di masa lalu. Dan apa yang kita lakukan saat ini adalah masa depan yang mungkin akan kita dapatkan, jadi kerja keras merupakan kunci utama kesuksesan dalam meraih semua hal.
Mengapa bisnis properti selalu berkembang?
Mungkin Anda penasaran, terutama bagi yang pertama kali memutuskan apakah ingin masuk dan memanfaatkan sebuah peluang bisnis properti atau tidak. Sebenarnya jawabannya simpel, Anda tentu tahu setiap orang akan membutuhkan tempat tinggal. Sementara, jumlah kelahiran lebih banyak dibandingkan jumlah kematian. Anda dapat melihat surveynya. Jadi, bagi negara berkembang contohnya negara Indonesia, nilai properti selalu naik dari waktu ke waktu. Apalagi untuk daerah perkotaan. Tidak hanya perkotaan, pada daerah kecamatan pun harga tanah juga naik, apalagi jika terdapat properti yang dibangun di atasnya.
Berbicara mengenai tipe rumah yang populer saat ini, mulai dari type 36/42/72 yang paling diminati adalah rumah dengan desain minimalis yang didepan rumahnya terdapat sebuah garasi, untuk keperluan peyimnpanan mobil. Selain itu, mungkin rumah yang di depannya juga terdapat halaman yang cantik akan menambah daya tarik rumah tersebut, jadi sebetulnya untuk menjalankan usaha mengenai properti ini tidak mudah, Anda perlu juga untuk kreatif dan mengikuti perkembangan properti yang ada saat ini.
Peluang Bisnis Properti
Itulah sebabnya orang-orang sekarang banyak yang melakukan jual beli rumah (properti) mereka. Biasanya mereka membeli yang harga murah, kemudian menunggu waktu, lalu jika harga tanah sudah naik, sebab sebuah properti pasti dibangun di atas sebidang tanah, kemudian pemilik properti tersebut akan merenovasi rumah itu lalu menjualnya kembali dengan harga yang terbaru, yang tentunya lebih tinggi. Ini disebut sebagai investasi, dan Anda akan mendapatkan keuntungan dari selisih harganya. Tidak tanggung-tanggung, selisih harganya terkadang bisa mencapai ratusan juta rupiah.
Mungkin itulah penyebab mengapa kini semakin marak orang berinvestasi dan menyemarakkan peluang di bidang properti, karena memang untungnya sangat besar. Namun, tentunya hal ini juga bisa diperoleh dengan kerja keras, bukan hanya asal investasi saja. Bayangkan, jika Anda telah berinvestasi milyaran Rupiah untuk membangun bisnis properti, namun pada akhirnya gagal karena salah dalam pemilihan tempat, desain rumah yang kurang menarik, dan promosi yang tidak tertarget, tentunya akan sangat merugikan.
Jadi, sebelum menjajakan kaki Anda di usaha properti atau rumahan ini, ada baiknya Anda mempelajari terlebih dahulu cara atau strategi orang yang telah berhasil dalam berbisnis properti, selain itu Anda juga bisa menimba ilmu ke mereka yang telah sukses, atau membaca buku yang bertemakan bisnis properti. Tentunya kesuksesan berawal dari kerja keras Anda sebelumnya, jadi bukan hanya modal besar saja yang dibutuhkan dalam usaha properti ini, kecerdikan, dan usaha yang besar juga mutlak diperlukan.
Tips Usaha Bisnis Properti
- Anda harus mempunyai channel, jadi Anda dapat menawarkan properti kepada orang yang tepat, dalam hal ini orang yang memang mempunyai anggaran untuk membeli properti tersebut.
- Anda harus mengetahui harga terbaru atau terkini dari properti.
- Anda juga harus mempunyai keahlian untuk menemukan daerah atau lingkungan yang tepat dengan fasilitas yang cukup juga.
- Milikilah daftar listing properti yang sangat menarik yang bisa Anda pertimbangkan.
- Anda harus melihat prospek % tingkat kenaikan dari harga properti pada daerah yang hendak Anda beli tersebut.
- Pertimbangkan keuntungan yang akan Anda dapatkan, yang dimana modal harus lebih kecil dibanding dengan penghasilan, namun harus tetap mengutamakan kualitas.
- Memasarkannya bisnis rumahan Anda ini melalui internet. Mengapa? Karena hampir semua orang kini menggunakan internet dan juga promosi di internet lebih murah dan efisien. Selain itu jangkauan pasar di internet lebih luas, alias bisa seluruh Indonesia.
- Meyakinkan investor. Investor adalah orang yang mempunyai pengaruh besar bagi perkembangan usaha properti kita. Caranya adalah Anda harus sejelas-jelasnya memberikan informasi terkait apa yang Anda inginkan, selain itu Anda juga dituntut untuk cerdas dalam mengembangkan bisnis ini supaya investor yang Anda lirik merasa yakin.
- Jangan lupa menabung. Sebagian penghasilan Anda saat ini ada baiknya untuk ditabung, hal ini dilakukan jika mungkin suatu saat Anda kekurangan modal untuk membangun usaha ini, atau sebagai antisipasi jika Anda nantinya mungkin mengalami kemunduran usaha. Namun pastinya rasa optimis harus selalu ditanamkan pada lubuk hati yang terdalam, demi mencapai kesuksesan sebuah bisnis.
Cara belajar terjun dalam bisnis bagian properti salah satunya adalah jika Anda baru pertama kali, maka Anda bisa mencoba belajar dengan bekerja pada agen real estate yang sudah berdiri dan berpengalaman. Disana Anda akan diajarkan berbagai ilmu dari senior Anda dan perusahaan. Dan, jika Anda sudah merasa cukup banyak channel, dan bisa melakukan sendiri, Anda bisa mencoba untuk mandiri.
Setelah menyimak ulasan peluang usaha bisnis properti 2014 ini. Apakah Anda tertarik dan siap untuk terjun ke dunia bisnis yang sedang populer ini? Jangan lupa untuk menjalankan tips yang telah Skipnesia.com berikan untuk Anda. Persiapkan mental dengan baik, dan pastinya juga doa yang paling utama dan yang terakhir adalah partner yang bisa Anda ajak untuk bekerjasama menyukseskan projek properti ini. Selamat mencoba dunia baru usaha Anda ini, semoga sukses.
Kisah Motivasi - Koki Cilik Menghadapi Kanker Dengan Memasak
Semoga kisah Arthur ini juga bisa membuat kita memetik pelajaran untuk lebih menghargai dan mencoba jadi selaras dengan hasrat yang kita miliki agar kita bisa menjadi lebih aktif untuk berupaya merealisasikannya dalam hidup kita.
Dan seperti yang dikutip dari postingan keluarga Arthur di Facebook, “Rahasia kehidupan adalah untuk membiarkan hidup membawa Anda, untuk bersenang-senang dan tahu bagaimana caranya mengubah lemon menjadi minuman limun.”
Kisah Motivasi - Koki Cilik Menghadapi Kanker dengan Memasak oleh Kisah Motivasi
25 Kata Kata Motivasi Hidup
Dongeng Inspiratif - Orang Tercerdas di Dunia
Kemudian anak lelaki tersebut meraih tas parasut ketiga yang ternyata masih teronggok manis di sisinya.
Hari Aku Menyambut Anakku dan Mengirim Istriku Pergi

Kata-Kata Bijak:
“Orangtua-lah yang satu-satunya berkewajiban mencintai kita, dan dari seluruh jagad raya, kita juga harus berupaya mendapatkannya.”
Fabel Motivasi - Ming Ming si Kolibri Petualang
Ming Ming adalah seekor anak burung kolibri. Ia gemar sekali bertualang. Ming Ming yang hanya diasuh oleh induk betinanya ini, seringkali tak mendengarkan petuah induknya yang melarang dirinya pergi terlalu jauh dari sarang karena ia masihlah sangat muda sementara di luar sana ada begitu banyak bahaya yang mengancam.
“Tapi, Ibu, aku hanya ingin menyesap madu bunga-bunga nan indah di ladang bunga seberang hutan,” ujar Ming Ming memberi alasan pada induknya. “Di daerah dekat sarang kita tidak ada bunga-bunga seindah ladang bunga di sana.”
“Iya, Nak, tapi tunggulah kau besar sedikit,” induk Ming Ming berujar lembut sembari menyapu sayang kepala anaknya itu. “Ibu hanya khawatir karena seringkali terlihat putra Adam dan putri Hawa mendatangi tempat tersebut. Bagaimana jika mereka menangkapmu?”
Ming Ming akhirnya hanya diam saja jika diberi jawaban seperti itu oleh induknya.
Tapi jangan salah... Bukan Ming Ming namanya jika ia akan begitu saja menurut petuah induknya. Ia sudah terlanjur menyukai petualangan kecilnya ke ladang bunga seberang hutan. Itu karena di sana memang terdapat bunga-bunga yang memekar nan indah, tentunya madu yang disesap oleh Ming Ming pun juga sangatlah manis. Karena itulah ia suka. Ming Ming memang menggemari manisnya madu.
“Nantilah ketika Ibu sedang lengah baru aku pergi ke sana lagi,” bisik Ming Ming dalam hati.
Dan benar saja, ketika induknya sedang sibuk melakukan pekerjaannya, Ming Ming langsung mengambil ancang-ancang untuk terbang memulai petualangannya ke ladang bunga indah. Sepanjang perjalanan menuju ke sana Ming Ming sudah membayangkan rasa manis bunga-bunga yang tumbuh indah di ladang bunga yang akan disesapnya nanti. “Hmm... Srrrp, manisnya,” liurnya bahkan sampai menetes membayangkannya.
Tidak tunggu lama, selepas Ming Ming sampai di ladang bunga, ia langsung terbang ke sana ke mari menghampiri bunga-bunga indah untuk disesapi madunya. Beberapa puluh menit Ming Ming tenggelam dalam aktivitasnya yang mengasyikkan itu.
“Akan kusesapi madu-madu kalian semua, wahai bunga-bunga indah,” seru Ming Ming dengan riang.
Tapi celakalah bagi Ming Ming, saking asyiknya menyesap madu, ia tidak menyadari ternyata ada seorang putra Adam yang terus memperhatikannya. Bulu Ming Ming yang memang sangat cantik membuat dia berniat menangkap Ming Ming si Kolibri Petualang itu. Dan dengan Ming Ming yang tidak memperhatikan sekelilingnya, tidaklah sulit untuk menangkapnya.
Haph!
Ming Ming masuk dalam perangkap. Ming Ming terkejut mendapati dirinya telah berada di dalam jaring perangkap. Ia meronta menggeliat, namun jaring tersebut terlalu kuat untuk bisa diterobosnya.
“Matilah aku,” cerocosnya mulai menyesali kenakalannya tidak mengindahkan petuah induknya. “Ibu, Ibu, tolonglah aku, Ibu. Akan diapakan aku nanti, Ibu?” jeritnya lara.
Ming Ming terus merasa khawatir, bertanya-tanya apa yang akan terjadi pada dirinya setelah tertangkap oleh pria itu.
Tapi rupanya pria itu hanyalah seseorang yang gemar memelihara burung-burung liar. Di rumahnya terdapat berbagai macam burung di dalam sangkar-sangkar. Ming Ming dimasukkan ke dalam salah satu sangkar tersebut. Tak lupa pria itu juga mencarikan madu untuk diberi ke tempat makan burung kolibri, tentunya agar Ming Ming merasa betah.
Dan, ya, tentu saja... Ming Ming berkicau riang karena rupanya ia hanya akan dipelihara dan bukan dibunuh. Belum lagi ia juga diberi madu-madu yang rasanya luar biasa manis. “Wah, enaknya hidupku,” pikirnya polos.
Satu, dua, tiga hari dilaluinya dengan riang. Makan, tidur, dan kadang juga mengobrol dengan burung-burung tetangga sangkarnya.
Tapi memasuki bulan ke dua ia tinggal di rumah barunya, Ming Ming akhirnya merasa jenuh.
“Wahai kalian kawanku para burung, tidakkah kalian bosan tinggal di sini?” tanyanya.
“Tidak juga,” balas Nunu, burung nuri tetangga sangkar sebelah kiri Ming Ming, "Aku sudah sekian lama berada dalam sangkar ini.”
“Aku juga tidak. Setiap hari hanya tinggal makan dan tidur yang disediakan oleh putra Adam itu, bagaimana mungkin aku bosan?” tambah si Layang, yang sangkarnya tepat di hadapan sangkar Ming Ming, turut membenarkan perkataan Nuri.
“Justru itu, aku bosan setiap hari hanya tinggal menerima apa yang diberikan padaku,” ujar Ming Ming lemas setelah mendengar jawaban kawannya sesama burung dalam sangkar, “Aku rindu melakukan petualangan kecilku terbang ke sana ke mari menghampiri bunga-bunga. Aku juga sangat merindukan indukku.”
Beberapa hari kemudian dihabisi Ming Ming dalam kegelisahan. Tidak lagi terdengar kicauan riang darinya.
“Aku ingin pulang. Keluar dari sini...” lirihnya.
Dan Ming Ming akhirnya membulatkan tekad. Pokoknya bagaimanapun caranya ia harus keluar dari sangkarnya dan kembali ke sarangnya.
Ia mencari-cari kesempatan ketika pria tersebut lengah dalam mengunci sangkarnya. Dengan sabar dinantikannya saat tersebut, walau bulan demi bulan berlalu. Tidak dipedulikannya celotehan burung-burung lain yang menyuruhnya mengurungkan niat ataupun mencibirnya karena terlalu tinggi bermimpi.
“Sudahlah, lupakan saja keinginanmu, kolibri kecil,” cibir Koko, si kakatua, “Untuk apa kau meninggalkan tempat yang sudah memberikanmu kemudahan ini?”
“Benar. Lagipula bagaimana kau akan bisa keluar dari sangkarmu? Sangkar itu terpasang kokoh,” tambah Layang.
“Aku tahu itu. Tapi entah kenapa, batinku tidak bisa membenarkan diriku yang terus-menerus hanya menerima segala sesuatunya tanpa berbuat apapun,” jawab Ming Ming.
Dan akhirnya suatu hari, putra Adam lupa mengunci sangkar Ming Ming setelah membersihkan sangkar tersebut. Ming Ming pun tidak menunda-nunda memanfaatkan kesempatan yang telah lama dinantikannya tersebut. Ia langsung keluar dari sangkar kecilnya berusaha kembali menuju alam bebas. Tak lupa diajaknya pula kawan-kawannya sesama burung yang lain, ia mencoba membantu membukakan kunci sangkar mereka. Tapi rupanya mereka tidak ingin beranjak pergi ke manapun.
“Pergilah kau, kolibri kecil, jika kau memang hendak pergi. Kami tidak akan meninggalkan tempat ini. Di luar sana lebih banyak bahaya-bahaya yang justru mengancam kelangsungan hidup kami daripada tinggal di tempat ini,” Koko mewakili burung-burung lainnya memberi jawaban yang membuat Ming Ming geleng-geleng kecewa.
Ming Ming pun terbang meninggalkan tempat yang telah mengurungnya selama berbulan-bulan. Ia berusaha mencari-cari jalannya untuk bisa pulang kembali ke sarangnya tempat ia tinggal bersama induknya. Untuk beberapa lama ia hanya berputar-putar di daerah yang sangat asing baginya, ia nyaris menyerah dan mulai menyesali keputusannya meninggalkan tempat putra Adam tersebut. Tapi kemudian ia kembali mendengarkan kata-kata batinnya yang menolak untuk hidup dengan terus menerus disuapi segala sesuatunya.
“Itu bukanlah hidup,” pikirnya dalam hati. “Aku merasa hidup ketika aku melakukan petualangan-petualangan kecilku. Tak mengetahui apa yang akan aku temui di jalan di depanku, tapi aku terus saja berjalan, karena senang rasanya ketika yang aku temukan adalah sesuatu yang luar biasa misalnya saat aku menemukan ladang bunga nan indah itu. Ataupun ketika aku menemukan sesuatu yang mengerikan misalnya tertangkap oleh putra Adam kala itu, dan aku bisa memetik pelajaran untuk tak selalu lupa awas diri ketika berada di alam bebas,” lanjut Ming Ming menyemangati dirinya.
Dengan semangat yang kembali membanjiri dirinya, Ming Ming, si kolibri petualang, menghabiskan sisa hidupnya dengan terus mencari jalan pulang menuju sangkarnya. Walaupun sangkar tempatnya dulu tinggal bersama induknya tidak ia temukan sampai akhir hayatnya, Ming Ming tidak pernah putus semangat. Ia tidak terus menerus menengok ke belakang meratapi kesalahannya yang tidak mengindahkan petuah induknya hingga akhirnya mereka terpisah. Oh, dia menyesalinya, sungguh sangat menyesalinya. Tapi ia tidak terpuruk meratapinya dan membiarkan rasa penyesalan tersebut mengaburkan masa depan lebih cerah yang bisa direngkuhnya.
Ming Ming menghabiskan sisa hidupnya dengan terus melakukan petualangan-petualangannya. Ia tidak takut akan petualangan meskipun pernah tersandung karenanya. Ia pun bertemu dengan beragam macam makhluk hidup lainnya yang banyak mengajarkannya tentang hidup. Ia juga bertemu dengan kolibri-kolibri lain dan bahkan ia pun memiliki bayi-bayi kolibri miliknya sendiri yang ia asuh penuh suka cita dan ia ajarkan tentang kehidupan di alam raya ini.
Fakta kolibri:
- »Kolibri adalah burung yang bersedia makan dari alat pemberi makan burung kolibri, namun mereka tidak selamanya ingin menerima begitu saja makanan tersebut. Mereka akan ingin untuk menyesap sendiri madu-madu dari bunga-bunga yang mereka hampiri.
»Kolibri tidak membaca buku tuntunan hidup tentang apa yang mesti mereka kerjakan, mereka hanya terdorong untuk mengerjakan apa yang mereka inginkan.
Hikmah cerita:
- »Kita sebagai manusia, janganlah mau hanya menerima apa yang telah dicecarkan kepada kita. Seperti pelajaran dari kolibri kecil yang bisa kita petik melalui fabel di atas:
“Hidup adalah ketika kita melakukan berbagai petualangan. Tak mengetahui apa yang akan kita temui di depan jalan, tapi kita terus saja berjalan. Memetik kebahagiaan ketika yang kita temui adalah hal-hal indah. Memetik pelajaran ketika yang kita temui adalah halang rintang. Namun yang menjadi intinya adalah, hiduplah dengan berjalan dengan kaki sendiri bukan dengan dijunjung oleh orang lain. Jangan takut kaki Anda tersandung ketika berjalan sendiri, justru saat lagi dijunjung orang dan Anda terjatuh, maka sakitnya lebih bukan kepalang.”













