Fabel Motivasi - Ming Ming si Kolibri Petualang

Fabel Motivasi - Ming Ming si Kolibri Petualang


Ming Ming adalah seekor anak burung kolibri. Ia gemar sekali bertualang. Ming Ming yang hanya diasuh oleh induk betinanya ini, seringkali tak mendengarkan petuah induknya yang melarang dirinya pergi terlalu jauh dari sarang karena ia masihlah sangat muda sementara di luar sana ada begitu banyak bahaya yang mengancam.

“Tapi, Ibu, aku hanya ingin menyesap madu bunga-bunga nan indah di ladang bunga seberang hutan,” ujar Ming Ming memberi alasan pada induknya. “Di daerah dekat sarang kita tidak ada bunga-bunga seindah ladang bunga di sana.”

“Iya, Nak, tapi tunggulah kau besar sedikit,” induk Ming Ming berujar lembut sembari menyapu sayang kepala anaknya itu. “Ibu hanya khawatir karena seringkali terlihat putra Adam dan putri Hawa mendatangi tempat tersebut. Bagaimana jika mereka menangkapmu?”

Ming Ming akhirnya hanya diam saja jika diberi jawaban seperti itu oleh induknya.

Tapi jangan salah... Bukan Ming Ming namanya jika ia akan begitu saja menurut petuah induknya. Ia sudah terlanjur menyukai petualangan kecilnya ke ladang bunga seberang hutan. Itu karena di sana memang terdapat bunga-bunga yang memekar nan indah, tentunya madu yang disesap oleh Ming Ming pun juga sangatlah manis. Karena itulah ia suka. Ming Ming memang menggemari manisnya madu.

“Nantilah ketika Ibu sedang lengah baru aku pergi ke sana lagi,” bisik Ming Ming dalam hati.

Dan benar saja, ketika induknya sedang sibuk melakukan pekerjaannya, Ming Ming langsung mengambil ancang-ancang untuk terbang memulai petualangannya ke ladang bunga indah. Sepanjang perjalanan menuju ke sana Ming Ming sudah membayangkan rasa manis bunga-bunga yang tumbuh indah di ladang bunga yang akan disesapnya nanti. “Hmm... Srrrp, manisnya,” liurnya bahkan sampai menetes membayangkannya.

Tidak tunggu lama, selepas Ming Ming sampai di ladang bunga, ia langsung terbang ke sana ke mari menghampiri bunga-bunga indah untuk disesapi madunya. Beberapa puluh menit Ming Ming  tenggelam dalam aktivitasnya yang mengasyikkan itu.

“Akan kusesapi madu-madu kalian semua, wahai bunga-bunga indah,” seru Ming Ming dengan riang.

Tapi celakalah bagi Ming Ming, saking asyiknya menyesap madu, ia tidak menyadari ternyata ada seorang putra Adam yang terus memperhatikannya. Bulu Ming Ming yang memang sangat cantik membuat dia berniat menangkap Ming Ming si Kolibri Petualang itu. Dan dengan Ming Ming yang tidak memperhatikan sekelilingnya, tidaklah sulit untuk menangkapnya.

Haph!

Ming Ming masuk dalam perangkap. Ming Ming terkejut mendapati dirinya telah berada di dalam jaring perangkap. Ia meronta menggeliat, namun jaring tersebut terlalu kuat untuk bisa diterobosnya.

“Matilah aku,” cerocosnya mulai menyesali kenakalannya tidak mengindahkan petuah induknya. “Ibu, Ibu, tolonglah aku, Ibu. Akan diapakan aku nanti, Ibu?” jeritnya lara.

Ming Ming terus merasa khawatir, bertanya-tanya apa yang akan terjadi pada dirinya setelah tertangkap oleh pria itu.

Tapi rupanya pria itu hanyalah seseorang yang gemar memelihara burung-burung liar. Di rumahnya terdapat berbagai macam burung di dalam sangkar-sangkar. Ming Ming dimasukkan ke dalam salah satu sangkar tersebut. Tak lupa pria itu juga mencarikan madu untuk diberi ke tempat makan burung kolibri, tentunya agar Ming Ming merasa betah.

Dan, ya, tentu saja... Ming Ming berkicau riang karena rupanya ia hanya akan dipelihara dan bukan dibunuh. Belum lagi ia juga diberi madu-madu yang rasanya luar biasa manis. “Wah, enaknya hidupku,” pikirnya polos.

Satu, dua, tiga hari dilaluinya dengan riang. Makan, tidur, dan kadang juga mengobrol dengan burung-burung tetangga sangkarnya.

Tapi memasuki bulan ke dua ia tinggal di rumah barunya, Ming Ming akhirnya merasa jenuh.

“Wahai kalian kawanku para burung, tidakkah kalian bosan tinggal di sini?” tanyanya.

“Tidak juga,” balas Nunu, burung nuri tetangga sangkar sebelah kiri Ming Ming, "Aku sudah sekian lama berada dalam sangkar ini.

“Aku juga tidak. Setiap hari hanya tinggal makan dan tidur yang disediakan oleh putra Adam itu, bagaimana mungkin aku bosan?” tambah si Layang, yang sangkarnya tepat di hadapan sangkar Ming Ming, turut membenarkan perkataan Nuri.

“Justru itu, aku bosan setiap hari hanya tinggal menerima apa yang diberikan padaku,” ujar Ming Ming lemas setelah mendengar jawaban kawannya sesama burung dalam sangkar, “Aku rindu melakukan petualangan kecilku terbang ke sana ke mari menghampiri bunga-bunga. Aku juga sangat merindukan indukku.”

Beberapa hari kemudian dihabisi Ming Ming dalam kegelisahan. Tidak lagi terdengar kicauan riang darinya. 

“Aku ingin pulang. Keluar dari sini...” lirihnya.

Dan Ming Ming akhirnya membulatkan tekad. Pokoknya bagaimanapun caranya ia harus keluar dari sangkarnya dan kembali ke sarangnya.

Ia mencari-cari kesempatan ketika pria tersebut lengah dalam mengunci sangkarnya. Dengan sabar dinantikannya saat tersebut, walau bulan demi bulan berlalu. Tidak dipedulikannya celotehan burung-burung lain yang menyuruhnya mengurungkan niat ataupun mencibirnya karena terlalu tinggi bermimpi.

“Sudahlah, lupakan saja keinginanmu, kolibri kecil,” cibir Koko, si kakatua, “Untuk apa kau meninggalkan tempat yang sudah memberikanmu kemudahan ini?”

“Benar. Lagipula bagaimana kau akan bisa keluar dari sangkarmu? Sangkar itu terpasang kokoh,” tambah Layang.

“Aku tahu itu. Tapi entah kenapa, batinku tidak bisa membenarkan diriku yang terus-menerus hanya menerima segala sesuatunya tanpa berbuat apapun,” jawab Ming Ming.

Dan akhirnya suatu hari, putra Adam lupa mengunci sangkar Ming Ming setelah membersihkan sangkar tersebut. Ming Ming pun tidak menunda-nunda memanfaatkan kesempatan yang telah lama dinantikannya tersebut. Ia langsung keluar dari sangkar kecilnya berusaha kembali menuju alam bebas. Tak lupa diajaknya pula kawan-kawannya sesama burung yang lain, ia mencoba membantu membukakan kunci sangkar mereka. Tapi rupanya mereka tidak ingin beranjak pergi ke manapun.

“Pergilah kau, kolibri kecil, jika kau memang hendak pergi. Kami tidak akan meninggalkan tempat ini. Di luar sana lebih banyak bahaya-bahaya yang justru mengancam kelangsungan hidup kami daripada tinggal di tempat ini,” Koko mewakili burung-burung lainnya memberi jawaban yang membuat Ming Ming geleng-geleng kecewa.

Ming Ming pun terbang meninggalkan tempat yang telah mengurungnya selama berbulan-bulan. Ia berusaha mencari-cari jalannya untuk bisa pulang kembali ke sarangnya tempat ia tinggal bersama induknya. Untuk beberapa lama ia hanya berputar-putar di daerah yang sangat asing baginya, ia nyaris menyerah dan mulai menyesali keputusannya meninggalkan tempat putra Adam tersebut. Tapi kemudian ia kembali mendengarkan kata-kata batinnya yang menolak untuk hidup dengan terus menerus disuapi segala sesuatunya. 

“Itu bukanlah hidup,” pikirnya dalam hati. “Aku merasa hidup ketika aku melakukan petualangan-petualangan kecilku. Tak mengetahui apa yang akan aku temui di jalan di depanku, tapi aku terus saja berjalan, karena senang rasanya ketika yang aku temukan adalah sesuatu yang luar biasa misalnya saat aku menemukan ladang bunga nan indah itu. Ataupun ketika aku menemukan sesuatu yang mengerikan misalnya tertangkap oleh putra Adam kala itu, dan aku bisa memetik pelajaran untuk tak selalu lupa awas diri ketika berada di alam bebas,” lanjut Ming Ming menyemangati dirinya.

Dengan semangat yang kembali membanjiri dirinya, Ming Ming, si kolibri petualang, menghabiskan sisa hidupnya dengan terus mencari jalan pulang menuju sangkarnya. Walaupun sangkar tempatnya dulu tinggal bersama induknya tidak ia temukan sampai akhir hayatnya, Ming Ming tidak pernah putus semangat. Ia tidak terus menerus menengok ke belakang meratapi kesalahannya yang tidak mengindahkan petuah induknya hingga akhirnya mereka terpisah. Oh, dia menyesalinya, sungguh sangat menyesalinya. Tapi ia tidak terpuruk meratapinya dan membiarkan rasa penyesalan tersebut mengaburkan masa depan lebih cerah yang bisa direngkuhnya.

Ming Ming menghabiskan sisa hidupnya dengan terus melakukan petualangan-petualangannya. Ia tidak takut akan petualangan meskipun pernah tersandung karenanya. Ia pun bertemu dengan beragam macam makhluk hidup lainnya yang banyak mengajarkannya tentang hidup. Ia juga bertemu dengan kolibri-kolibri lain dan bahkan ia pun memiliki bayi-bayi kolibri miliknya sendiri yang ia asuh penuh suka cita dan ia ajarkan tentang kehidupan di alam raya ini.

Fakta kolibri:
    »Kolibri adalah burung yang bersedia makan dari alat pemberi makan burung kolibri, namun mereka tidak selamanya ingin menerima begitu saja makanan tersebut. Mereka akan ingin untuk menyesap sendiri madu-madu dari bunga-bunga yang mereka hampiri.
    »Kolibri tidak membaca buku tuntunan hidup tentang apa yang mesti mereka kerjakan, mereka hanya  terdorong untuk mengerjakan apa yang mereka inginkan.

Hikmah cerita:
    »Kita sebagai manusia, janganlah mau hanya menerima apa yang telah dicecarkan kepada kita. Seperti pelajaran dari kolibri kecil yang bisa kita petik melalui fabel di atas: 
    “Hidup adalah ketika kita melakukan berbagai petualangan. Tak mengetahui apa yang akan kita temui di depan jalan, tapi kita terus saja berjalan. Memetik kebahagiaan ketika yang kita temui adalah hal-hal indah. Memetik pelajaran ketika yang kita temui adalah halang rintang. Namun yang menjadi intinya adalah, hiduplah dengan berjalan dengan kaki sendiri bukan dengan dijunjung oleh orang lain. Jangan takut kaki Anda tersandung ketika berjalan sendiri, justru saat lagi dijunjung orang dan Anda terjatuh, maka sakitnya lebih bukan kepalang.”

Bahan Renungan - Hentikan Meneriaki Anak dan Mulailah Berbisik

Artikel Hentikan Meneriaki Anak dan Mulailah Berbisik


Apakah Anda tahu?

Hasil penelitian menunjukkan tiga dari empat orangtua menjerit atau meneriaki anak-anak mereka paling tidak satu kali sebulan. Dr. Phil McGraw mengakui konsep yang sudah tidak asing tersebut.

Dalam sebuah wawancara, dengan nada bercanda dia berkata, “Sampai mereka berusia 5 tahun, aku mengira anak-anakku tuli.”

Banyak orangtua yang meneriaki anak-anak mereka dikarenakan mereka merasa itu memang sesuatu yang perlu dilakukan.

Tapi Dr. Phil yang seorang psikolog ini mengatakan bahwa dengan meninggikan suara pada anak-anak Anda demi mendapatkan perhatian mereka maupun mengubah perilaku mereka, tak urung justru tidak efektif.

“Hal ini akan menghentikan komunikasi, itulah letak masalahnya. Segera setelah Anda mulai berteriak, anak-anak akan langsung masuk ke dalam mode menutup diri.”

Ketika seorang anak sedang marah, langkah paling bijak untuk Anda ambil adalah dengan berbisik pada mereka. Hal ini karena berbedanya tindakan tersebut dengan yang sehari-hari mereka dengar. Jika Anda merendahkan level Anda dan berbisik, maka mereka harus diam demi untuk mendengar Anda. Anak-anak itu sangat teramat penasaran.

Menurut penelitian yang dilansir dari The Wall Street Journal, anak-anak yang diteriaki mungkin lebih cenderung memiliki masalah perilaku, gejala depresi dan hubungan kurang memuaskan ketika mereka dewasa nanti.

Kisah Inspiratif - Ratusan Pesan Serbet Untuk Sang Putri

Kisah Inspiratif - Ratusan Pesan Serbet Untuk Sang Putri


Ketika divonis kanker dengan persentase hidup hingga 5 tahun hanya sebesar 8%, sang ayah satu ini meninggalkan kenang-kenangan indah untuk putri satu-satunya yang sungguh membuat haru.

Garth berusia 44 tahun dan telah didiagnosa mengidap kanker sebanyak tiga kali.

Sejak Emma, putrinya, masih duduk di kelas dua bangku sekolah dasar, Garth telah menuliskan pesan-pesan untuknya.

“Ini bukanlah cerita tentang kanker, sebab orangtua manapun bisa kapan saja tertabrak oleh mobil ataupun kena serangan jantung,” ujar Garth. “Sesungguhnya ini adalah tentang meninggalkan warisan agar dia bisa memahami beberapa filosofi hidupku dan juga betapa aku sangat mencintainya.”

Kisah Inspiratif - Pesan dari Ayah untuk Emma
Emma sayang, Segalanya tidak ada yang berlebih-lebihan. Terkecuali hal yang mengagumkan. Kau tidak akan pernah cukup memiliki hal yang mengagumkan. Salam cinta, Ayah.

Tidak ingin Emma melalui hari tanpa sebuah pesan darinya, Garth yang mengetahui dirinya bisa meninggal kapan saja, memutuskan untuk menuliskan satu pesan untuk setiap harinya dibaca putrinya saat di bangku SMA nanti.

“Aku bisa menuliskan pesan serbet sebelumnya, dan mempersiapkan mereka seandainya aku tidak bisa memenuhi janjiku sendiri jika sesuatu yang buruk terjadi.”

Kisah Inspiratif - Pesan dari Ayah untuk Emma
Tulislah sesuatu yang layak untuk dibaca atau lakukanlah sesuatu yang layak untuk ditulis.

Setiap pagi dia menuliskan pesan yang baru untuk putrinya. Pesan tersebut hanyalah berupa pesan-pesan singkat untuk memberikan semangat pada Emma, agar dia bisa tersenyum.

Terkadang dia meminjam kutipan dari orang terkenal. “Sebagian dari pesan tersebut sebenarnya adalah surat-surat dariku untuk putriku. Mereka dimulai dengan, ‘Emma sayang,’ dan aku mengatakan sesuatu, dan kemudian menutupnya dengan, ‘Salam cinta, Ayah,’” ujarnya. “Aku mencoba mencampurnya karena jujur saja, terkadang dia perlu mendengar bahwa home run kemarin tidak akan memenangkan permainan hari ini, dan itu merupakan kutipan dari Babe Ruth.”

Kisah Inspiratif - Pesan dari Ayah untuk Emma
Emma sayang, Terkadang ketika aku membutuhkan sebuah keajaiban, aku akan menatap ke dalam matamu dan menyadari aku telah membuat sebuah keajaiban. Salam cinta, Ayah.
Emma mengatakan bahwa semua kawan-kawannya ikut bergantung pada pesan serbet miliknya itu sama dengan dirinya. “Aku suka pesan serbet karena beberapa alasan, bukan hanya alasan-alasan yang tampak nyata misalnya mengetahui bahwa ayahku memikirkanku atau mempelajari kutipan-kutipan baru,” ujar Emma. “Aku menyukai mereka karena mereka mengingatkanku untuk tidak selalu berharap segalanya telah ada, karena ayahku mulai jadi serius dengan mereka ketika dia mulai mengidap kanker untuk pertama kalinya.”

Total Garth akan menuliskan 826 pesan yang akan menemani hari-hari putrinya kala duduk di bangku SMA.

Kisah Inspiratif - 826 Pesan dari Ayah yang sedang sakit

Memang sungguh pilu rasanya karena Garth begitu cepat akan diambil dari sisi Emma. Tapi tentunya dengan pesan-pesan ini, sang putri akan selalu memiliki kenangan akan ayahnya, tahu bahwa ayahnya selalu memikirkan dirinya. Dan tentunya pesan-pesan darinya yang senantiasa akan menemani.

Hak cipta gambar oleh Garth Callaghan

Kisah Inspiratif - Mahasiswa Berbakti Yang Luar Biasa

Kisah Inspiratif - Mahasiswa Berbakti yang Luar Biasa

Decak kagum untuk mahasiswa satu ini. Guo Shijun namanya. Dedikasinya dalam merawat orangtuanya yang sakit sekaligus mengejar impiannya sungguh patut dicontoh.

Dengan kondisi kedua orangtua yang sakit, banyak orang mungkin tidak akan mencemooh atau menyalahkan Guo Shijun seandainya dia memutuskan untuk melepas pendidikannya. Namun mungkin sepertinya dia yang tidak akan memaafkan dirinya, dan karenanya bukannya melepas pendidikannya, dia justru berhasil membujuk pihak universitas untuk mengizinkan ayah Guo Shijun, yang lumpuh akibat kecelakaan kerja, tinggal di asramanya. Shijun berhasil masuk ke sebuah universitas ternama, dan membuat mereka kagum dengan dedikasinya dalam menghadapi rintangan hingga mengizinkannya membawa ayahnya ke asrama bersamanya untuk meringankan bebannya.

Berlatar dari keluarga yang miskin dengan masa kecil yang berat, di mana ibunya mengalami cacat mental akibat penyakit meningitis yang dideranya ketika Shijun masih kecil. Selama bertahun-tahun Shijun telah menjadi seorang perawat muda yang mengurus ibunya bersama dengan ayahnya, dan terlepas dari hal itu dia masih berhasil mendapatkan nilai tertinggi di sekolahnya.

Bebannya semakin bertambah ketika sang ayah terluka akibat terjatuh 15 meter dari jembatan yang sedang dikerjakannya di kota Liuan provinsi Anhui di Cina pusat dan menjadikannya lumpuh dari pinggang ke bawah. Kakek neneknya pun mengambil alih tugas mengurus ibu Shijun, tapi mereka tak bisa sekaligus merawat ayahnya pula, oleh karenanya dia menyewa sebuah kamar kecil dekat asrama kampusnya dan memindahkan ayahnya ke sana agar dia tak perlu terus bergegas-gegas memeriksa keadaan ayahnya di antara jam-jam pelajaran dan jam istirahat makan siangnya.

Kisah Inspiratif - Guo Shijun Membawa Ayahnya ke Asrama Kampusnya untuk Memudahkan Merawatnya

Terlepas dari segala rintangan yang dihadapinya dalam menyelesaikan pendidikannya, Guo Shijun berhasil mendapatkan beasiswa untuk membantu memuluskan jalannya.

Dan ketika ditanya mengenai pengalamannya ini, dia berkata: “Aku tidak bisa bilang hidup itu mudah, tapi satu-satunya jalan untuk keluar dari masalah adalah dengan bekerja keras. Karena aku tidak mengeluh.  Kurasa setelah aku lulus, berbagai hal akan jadi lebih baik.

Sekali lagi, salut padamu, Guo Shijun!

Kisah Inspiratif - Anak 6 Tahun Ajarkan Persahabatan

Kisah Inspiratif - Anak 6 Tahun Ajarkan Persahabatan


Kisah inspiratif kali ini mengisahkan tentang Vincent dan sahabatnya Zac Gossage, seorang anak yang belum lagi usianya genap untuk masuk SD namun telah didiagnosa lymphoblastic leukemia akut.

Setelah mulai masuk ke sekolah dasar, Zac harus melakukan berbagai prosedur medis untuk pengobatan leukemia-nya. Namun si kecil Zac juga tak pernah hentinya ingin terus bermain bersama sahabatnya, Vincent.

Ketika Vincent menyadari bahwa sahabatnya Zac sedang sakit, dia pun mulai memborbardir berbagai pertanyaan. Dia menyadari bahwa pengobatan tersebut makan biaya yang tinggi. Jadi sebagai seorang sahabat, apa yang kemudian dilakukan Vincent kecil sungguh membuat para orang dewasa berdecak kagum. Vincent mengumpulkan dana untuk Zac dengan melakukan penjualan syal. Dari penjualan tersebut, dana sebesar $200 berhasil didapatkannya.


Kisah Inspiratif - Vincent Menjual Syal Demi Sahabat


Tidak berhenti di situ. Rasa persahabatan Vincent juga ditunjukkannya dengan datang ke sekolah dengan kepala yang plontos. Katanya, dia tidak ingin Zac merasa aneh karena harus gundul sendirian, jadi diapun menggunduli kepalanya.


Kisah Inspiratif - Vincent Menggunduli Kepala Demi Sahabat

Vincent kecil berhasil menunjukkan bahwa seorang sahabat bisa menjadi pelipur lara terbaik yang pernah ada.


Kisah Inspiratif - Sahabat Merupakan Pelipur Lara Terbaik Yang Pernah Ada

Kisah Inspiratif - Putriku Tak Gentar Akan Penyakitnya

Kisah Motivasi dan Cerita Inspiratif

Cerita inspiratif kali ini dikisahkan oleh seorang ibu pada sebuah majalah terbitan Amerika. Sang Ibu memiliki seorang putri kecil bernama Laura yang mengidap penyakit disleksia. Disleksia itu sendiri merupakan sebuah penyakit di mana penderitanya mengalami kesulitan dalam belajar yang umumnya dalam hal membaca dan menulis.

Di hari ulangtahun putrinya yang ke delapan, si Ibu telah berjanji akan membacakan sebuah buku di hadapan teman-teman kelas Laura. Sepanjang malam sebelum hari tersebut datang, dia terus mengkhawatirkannya. Paginya pun saat sedang sarapan si Ibu memastikan lagi pada putrinya.

“Kau yakin, Laura, buku itu yang kauingin Ibu bacakan?”

Laura mendongakkan kepalanya dari sereal di mangkuknya, lalu menatap ibunya seraya berkata, “Ya, Bu, aku yakin. Bu Little bilang agar meminta Ibu membacakan buku favoritku dan 'Thank You, Mr. Falker' adalah buku favoritku.”

Ibunya tahu Laura menyukai buku itu, dan ibunya juga menyukai buku tersebut. 'Thank You, Mr. Falker' adalah buku karangan Patricia Polacco, seorang penulis buku anak-anak, yang mengisahkan tentang perjuangan Patricia Polacco sendiri di masa sekolahnya sebagai seorang pengidap disleksia.

Di buku tersebut Patricia Polacco bercerita bagaimana dia digoda dan dikerjai oleh teman-temannya. Di saat dia di kelas 5, Mr. Falker, gurunya, menyadari bahwa Patricia kecil mengalami ketidakmampuan dalam belajar dan karenanya mengajari dia untuk membaca. Di akhir kisah buku Patricia menceritakan tentang pertemuannya dengan Mr. Falker beberapa tahun kemudian dan memberitahukan padanya bahwa dia kini adalah seorang penulis dan seniman. Dan itu berkat kontribusi besar Mr. Falker dalam mengubah hidupnya.

Karenanya besar sekali arti buku tersebut bagi Laura yang setahun sebelumnya didiagnosis mengalami gangguan dalam belajar berbahasa, dengan kata lain disleksia.

Pada awal tahun ajaran di kelas dua, Laura tidak mampu dalam membaca. Namun itu sama sekali tidak menjadi hambatan baginya. Dia memiliki banyak pendapat dan berani untuk mengungkapkannya. Dia menceritakan berbagai kisah-kisah karangannya dan seperti halnya Patricia kecil, penulis buku favoritnya tersebut, Laura juga bisa dibilang memiliki bakat seni.

Guru-gurunya meyakinkan kedua orangtua Laura bahwa Laura suatu saat pasti akan belajar bagaimana membaca. Meskipun orangtua Laura mempercayai hal tersebut, namun tak pelak mereka bertanya-tanya akan makan waktu berapa lama itu? Apa saja yang mesti dilepas Laura selama itu? Apa yang akan dikatakan teman-teman kelasnya di saat Laura tidak bisa membaca layaknya mereka? Bagaimana cara mereka membangkitkan kepercayaan diri Laura padahal keterampilan yang paling ditekankan di sekolah, gagal dilakukannya?

Mereka memohon pada Tuhan agar melindungi Laura dan menerangi jalannya. Agar Laura bisa jadi seseorang yang cerdas dan kreatif. Mereka tidak menginginkan penyakit disleksia yang menjadi penentu nasib Laura.

Saat-saat mencemaskan itupun tiba. Inilah waktunya untuk membacakan buku favorit Laura tersebut di hadapan teman-teman kelasnya. Dan ibu Laura masih terus bimbang.

Sungguhkah sudah benar membacakan cerita tentang anak penderita disleksia di hadapan teman-teman kelas Laura?
Tidakkah penjelasan secara gamblang dalam buku tersebut bagaimana penulis telah dikerjai akibat penyakitnya akan menjadi satu alasan bagi teman-teman Laura untuk turut menyakitinya?
Maka acara membaca tersebut bukan lagi kado yang menyenangkan bagi Laura, melainkan sebuah penderitaan.

Namun ibu Laura akhirnya membuka buku tersebut dan mulai membacanya. Teman-teman Laura membentuk setengah lingkaran dan memusatkan perhatian pada ibu Laura.

Saat tiba di bagian bagaimana Patricia kecil di kerjai habis-habisan oleh teman-temannya, ibu Laura membaca kata-kata penghinaan yang tertera di sana dengan suara keras seraya hatinya meringis.

“Tolol.” “Bodoh.” “Dungu.”

Ibu Laura tak sanggup membayangkan bagaimana bila kata-kata kasar tersebut diujarkan teman-teman kelas Laura padanya.

Kemudian ibu Laura sampai ke bagian di mana Patricia kecil mengucapkan terima kasih pada Mr. Falker, karena berkat dia, gadis itu bisa mengetahui bahwa ketidakmampuannya dalam belajar menjadi penyebab segala rintangannya selama ini.

Pada saat itulah Laura mengangkat tangannya dan berujar, “Berhenti.” Ibunya menatapnya dengan bingung. “Bu, boleh aku mengatakan sesuatu?”

'Tidak. Apa yang akan dikatakan Laura? Semoga dia tidak mendengar suara debaran jantungku.' bisik ibu Laura dalam hati. “Tentu saja, Sayang. Apa yang kauingin sampaikan pada teman-teman kelasmu?”

Laura menatap teman-teman kelasnya, dia berdehem dan kemudian, “Aku memiliki apa yang dimiliki gadis itu. Aku menderita disleksia. Aku seperti Patricia Polacco.” “Kalian tahu aku seorang seniman yang baik dan mungkin itulah alasan kenapa otakku butuh waktu yang lama untuk membaca. Tapi aku sangat pintar dan aku akan tumbuh menjadi seorang penulis. Seperti Patricia Polacco.” Suara Laura tidak terdengar malu maupun ragu. Dia penuh percaya diri, dan bahkan ada rasa bangga. Dia kemudian berbalik pada ibunya, “Baik, Bu, lanjutkanlah ceritanya.”

Ibunya pun lanjut membacakan buku tersebut hingga sampai ke bagian ketika Patricia dewasa bertemu kembali dengan gurunya dan berkata, “Mr. Falker, aku membuat buku untuk anak-anak.” Sejenak ibu Laura terhenti dan menatap pada anak-anak, mereka begitu terkesima dengan cerita buku tersebut. Ternyata bukan hanya anak-anak teman Laura, guru Laura pun berlinangan air mata mendengarnya.

Mereka saling bertatapan dan masing-masing menyadari sesuatu yang indah, sesuatu yang luar baru saja terjadi.

Orangtua Laura berdoa agar disleksia tidak menjadi penentu nasib Laura. Namun disleksia memang telah menjadi penentu nasib Laura. Tuhan menggunakan kekurangan Laura dalam membaca untuk menjadikan Laura berani, memicu impian-impiannya dan kepercayaan dirinya. Dia melihat bagaimana ketidakmampuannya tersebut menjadi suatu motivasi, kekuatan dan bukan sebagai suatu belenggu.

Dua tahun telah berlalu semenjak acara membaca tersebut. Dan teman-teman kelas Laura tidak pernah memikirkan tentang bagaimana dia ternyata seorang penderita disleksia. Mereka justru membantunya di kala Laura membutuhkan.

'Thank You, Mr. Falker' masih menjadi salah satu buku favoritnya dan kini telah berbagi rak dengan Harry Potter.

Laura masih penuh dengan pendapat-pendapat dan masihlah seorang seniman yang lumayan baik. Dia sangat suka menulis cerita. Ejaannya memang unik, tapi itu tidak menghentikannya menuang segala cerita yang ada di benaknya ke atas kertas.

Laura berharap suatu hari dapat berterima kasih secara langsung pada Patricia Polacco yang mana diperkirakannya akan terjadi di acara pertemuan para pembaca. Itu karena Laura berencana untuk menjadi seorang penulis terkenal, aktor dan juga penyanyi.

Suatu kala, hasil seperti itu mungkin bisa diragukan. Tapi dengan berkah-berkah hadiah yang diberikan pada Laura, apapun mungkin saja terjadi.

Karena itulah kawan-kawan Kisah Motivasi yang budiman, jangan pernah merasa malu ataupun terpuruk dengan segala kekurangan yang anda miliki. Jadikanlah itu sebagai satu motivasi seperti Patricia kecil atau Laura kecil yang tidak ingin dibelenggu oleh penyakit disleksia yang mereka derita.


Kata Inspiratif: Ketidakmampuan atau kecacatan merupakan jalan untuk mendapatkan suatu ke-ekstremitas, semacam situasi yang sangat sulit, yang melemparkan cahaya yang menarik pada orang-orang.

Diceritakan kembali oleh Why untuk Kisah Motivasi

Cara download video youtube secara cepat dan mudah

Cara download video youtube -Youtube memang merupakan salah satu situs terpopuler di dunia yang menyediakan konten video yang tidak terbatas hasil upload dari pengguna internet seluruh dunia.

Kelemahan dari youtube sendiri adalah tidak adanya fitur download yang disediakan oleh admin situs sehingga kita hanya bisa menggunaan aplikasi atau situs pihak ketiga. Berikut beberapa tips cara download video dari youtube.


Cara Download video youtube

Download melalui Downloader 9
Caranya:
  • Buka situs berikut http://www.downloader9.com
  • Selanjutnya hampir sama tinggal copy paste URL saja. 
  • Selanjutnya situs akan menghasilkan Link donwload dalam format FLV. 
  • Setelh muncul link download tingal tekan link untuk mendownload.

Download melalui VideoDownloadX
Caranya
  • Buka situs http://videodownloadx.com
  • Seperti sebelumnya tinggal copy paste url dan selanjutnya muncul link download
  • Download melalui link tersebut.

Download melalui Vixy
Caranya:
  • Buka situs http://vixy.net
  • Copy dan pastekan URL video yang akan di download di Youtube
  • Selanjutnya akan muncul generate link download
  • Klik link tersebut dan video akan terdownload.

Download melalui VideoGetting
caranya:
  • Buka situs http://www.videogetting.com
  • Copy dan pastekan URL video yang akan di download di Youtube
  • Dan download dari link yang di hasilkan.

Di Mozilla Firefox:
  • Klik tombol icon Firefox
  • Pilih Add Ons
  • Selanjutnya cari di kolom pencarian 
  • "Easy YouTube Video Downloader" atau "Flash Got"
  • Pilih add ons - klik tambahkan/ install

Di Google Chrome:
  • Klik pengaturan Google Chrome di sebelah kanan seperti garis-garis
  • Pilih Tool - Exstension
  • Cari extension dengan kata kunci "Youtube Download"
  • Pilih Ekstensinya 
  • klik Instal / tambahkan

Download melalui Kepvid
Caranya :
  • Buka situs ini http://keepvid.com/
  • Copy dan Paste URL dari video yang ingin di download ke situs Kepvid, misalnya http://www.youtube.com/xhsj?jsjs. 
  • Selanjutnya anda bisa download video dalam format FLV atau Format MP4l.

Demikian tips kali ini semoga bermanfaat untuk anda yang masih pemula di dunia online..