Showing posts with label Cerita Inspiratif. Show all posts
Showing posts with label Cerita Inspiratif. Show all posts

Tuhannya Orang Bijak Dan Kebodohan Sang Atheis

Tuhannya orang bijak dan kebodohan sang atheis, begitulah judul tulisan kali ini, sebagai pencerahan bagi anda yang sering menghadapi orang-orang kusut baik hati maupun jiwanya.

Meski ditengah-tengah kegalauan diri, kegundahan hati, keterpurukan ekonomi, dan carut marut politik, sebagai orang bijak kita harus tetap tegar menghadapi setiap persoalan hidup sebagai tantangan dan kesenangan. Kenapa, anda belum merasa menjadi orang bijak?

tuhannya orang bijak dan kebodohan sang atheis

Bacalah ulasan saya sebelumnya yang dengan penuh kehati-hatian dan kekhusyuan ditulis bagi mereka yang mau menjadi orang bijak.

Dalam beberapa hari ini pikiran saya kian kusut mengikuti tren kusutnya perekonomian bangsa. Benar-benar bombastis saya pikir, sampai-sampai kekusutan itu menimpa pribadi-pribadi tak berdosa seperti saya ini, dan mungkin anda.

Yasudahlah, disini kita tidak akan membahas itu. Bagi orang bijak seperti saya dan anda (gak ada salahnya meninggikan diri sejenak), kebutuhan akan bacaan "pencerahan" lebih penting ketimbang bacaan-bacaan berbau politik itu, ya kan?

Barangkali kita tetap akan selalu membutuhkan kata kata bijak sampai kapanpun, tetapi sampai kapan kita menjadi orang yang mahir berkata-kata namun nihil "pencerahan" jiwanya?




Oleh karena itu, kisah fiksi antara Orang bijak sebenarnya dengan orang bijak kawean (yang hobinya berkata doang) mungkin bisa kita jadikan sebagai salah satu pelajaran dan nutrisi bagi hati ditengah-tengah kegalauan anda, saya, dan bangsa kita.

Suatu ketika seorang pemuda pergi ke tukang cukur untuk memotong rambut dan mencukur jenggotnya. Sebut saja pemuda ini sebagai orang bijak yang menjadi pelanggan, dan si tukang cukur sebagai manusia atheis.

Ketika si tukang cukur ini memulai pekerjaannya, mereka mulai mengakrabkan diri dengan saling menanyakan asal dan tempat tinggal serta percakapan ringan lainnya.

Tak jarang persoalan politik dan ekonomi yang kekinian pun menjadi bahan curhatan sang tukang cukur, dia mulai menyalahkan pemerintah yang tidak becus mengurusi bangsa, bahkan masyarakat seperti dirinya begitu susah mencari pekerjaan sampai harus membuka usaha seperti ini.

Sang tukang cukur pun tak tanggung-tanggung mengomentari karakter para pejabat negara yang tingkat "kebiadabannya" melebihi daya intelektualitas mereka. Sang pemuda hanya diam membisu dan membatu, manggut pun tak bisa (kan lagi dicukur).

Pembicaraan terus berlanjut menemani berlalunya momen-momen pencukuran, sampai kemudian sang tukang cukur menyinggung tentang Tuhan, titik perbincangan paling krusial yang sontak akan membuat hati setiap insan yang bertuhan kaget dan bingung.

"Saya tidak percaya bahwa Tuhan itu ada", kata sang tukang cukur spontan, datar, tanpa emosi dan beban dosa.

Pemuda itu pun menanggapinya dengan penuh keheranan, "kenapa?", tanya sang pemuda

"Coba saja kamu keluar dan perhatikan realitas kehidupan. Banyak orang menderita, kelaparan, kejahatan, dan kemiskinan. Kenapa masih banyak orang-orang miskin, orang-orang terlantar, dan orang-orang yang menderita, jika Tuhan itu ada? Kenapa?"

"Saya tidak membayangkan ada Tuhan yang maha kasih tetapi membiarkan makhluknya berada dalam kesengsaraan semacam itu."

Sang pemuda hanya diam dan tetap memutuskan untuk tidak menanggapinya karena malas untuk berdebat.




Tak lama kemudian pekerjaan sang tukang cukur pun selesai, setelah membayarkan sejumlah uang, sang pemuda langsung bergegas pergi. Namun baru beberapa langkah dari tempang si tukang cukur, pemuda itu melihat orang dengan rambut gondrong, acak-acakan, berkumis lebat, dan jambangnya yang tak terawat.

Pemuda itu langsung masuk lagi dan berkata kepada si tukang cukur,  "Saya tidak percaya bahwa tukang cukur itu ada."

Sontak tukang cukur itu kaget dan bertanya : "kenapa? saya baru saja memotong rambutmu dan merapikannya."

"Jika tukang cukur itu benar-benar ada, maka tidak ada orang dengan rambut gondrong, acak-acakan, dan berjambang lebat seperti orang di luar itu," kata sang pemuda sambil menunjukkan orang yang dimaksud.

"Ah, tukang cukur itu tetap ada, hanya orang itu saja yang malas datang kepadaku untuk sekedar merapikan rambutnya", sang tukang cukur menimpali.

"Tepat sekali", kata sang pemuda.

Itulah yang kumaksudkan, Tuhan itu ada! Namun apa yang terjadi? Kebanyakan manusia itu tidak datang kepadaNya dan tidak pernah mau mencari Nya, itulah sebabnya terdapat begitu banyak kesengsaraan, kemiskinan,dan penderitaan di dunia ini.

Demikianlah sekelumit kisah kehidupan manusia yang semoga mampu membawa seberkas cahaya pencerahan bagi anda, untuk menjadi insan yang bijak, cerdas, dan konsisten. Sekian, wassalam!




Pesan Moral Yang Bijak Dari Mahatma Gandhi

Gandhi merupakan salah satu manusia bijak yang tanpa sengaja lahir dan kemudian menyebarkan ajaran kebajikan yang tentunya takkan bisa dilupakan sampai dengan saat ini. Penilaian terhadap pribadi Gandhi akan bermuara pada keagungan, terlepas dari segala perbedaan yang memagari berbagai aspek kehidupan baik bangsa, agama, dan ras.

Ada begitu banyak kisah hidup yang sampai dengan saat ini masih membekas dan sekedar menjadi pelajaran moral bagi siapapun yang pernah mengenal sosok manusia ini baik secara langsung maupun hanya melalui pemaparan kata lewat berbagai buku dan instrumen sastra lainnya.

Kisah yang akan saya angkat merupakan pengalaman beliau saat sedang menuntut ilmu di negeri Britania Raya (Inggris).





Ketika sedang kuliah disalah satu perguruan tinggi di Inggris, ada seorang dosen yang tidak begitu menyukai pembawaan diri dan sifat agung Gandhi. Sebut saja dosen tersebut dengan nama Proffesor John.

Saat sang proffesor sedang makan siang disalah satu kantin kampus, tiba-tiba Gandhi muda datang dan duduk di samping proffesor itu sambil mengeluarkan makan siangnya. Melihat tingkah Gandhi yang sok akrab lantas membuat profesor John geram dan berkata : "hey Gandhi, apakah kamu lupa bahwa seekor babi dan burung tidak akan duduk dan makan bersama'. Mendengar ucapan profesor yang pedas seperti itu, Gandhi tidak langsung marah melainkan tetap tenang dan berkata : "tenang saja pak, saya akan segera terbang." Dan Gandhi pun segera beranjak dari meja kantin itu.

Diperlakukan seperti itu jelas membuat Profesor John tambah kesal dan naik pitam. Beliau berjanji akan membalas Gandhi ketika di kelas nanti.

Saat yang dinanti profesor pun tiba dan beliau sedang mengajar di kelasnya Gandhi. Ditengah penjelasan sang profesor, beliau mengajukan pertanyaan kepada Gandhi. "hey Gandhi, seandainya kamu disuruh mengambil dua kotak, yang satu berisi uang dan satunya lagi berisi kebijaksanaan. Kotak mana yang akan kamu ambil?", tanya sang proffesor dengan nada merendahkan.

Dengan tenang kemudian Gandhi menjawab, "ya uanglah."

Sang proffesor tersenyum sinis dan berkata, "jika aku jadi kamu, maka kotak yang akan aku ambil adalah kotak kebijaksanaan". Mendengar jawaban dari sang proffesor lantas kemudian Gandhi berkata "karena seseorang mengambil apa yang ia tidak punya." Sontak kemudian seisi kelas tertawa dan sang profesor benar-benar malu dibuatnya.

Profesor John berjanji bahwa ia akan menjatuhkan Gandhi di lain kesempatan.

Dan kesempatan tersebut adalah saat ujian tiba. Ketika Gandhi menyerahkan lembar jawaban kepada sang profesor, beliau tidak langsung menilainya. Melainkan menuliskan kata "idiot" dan memberikannya kembali kepada Gandhi.

Menerima perlakuan semacam itu tidak langsung membuat Gandhi kaget. Gandi tetap tenang membaca huruf demi huruf yang bertuliskan kata "idiot" tersebut. Tiba-tiba Gandhi berdiri dan menghampiri sang profesor sambil berkata : "maaf pak, bapak baru memberikan tanda tangan dalam lembar jawaban saya dan belum menilainya". Sontak kemudian sang proffesor kaget, malu, dan marah setengah mati.




Pesan Moral dari kisah tersebut :

# Bagaimana bersikap rendah hati akan perlakuan orang yang tidak menyukai kita

Sudah menjadi kaidah dan sesuatu yang alamiah bahwa jika anda menjadi orang terpandang atau pribadi yang disukai banyak orang, disisi lain tak kalah banyak juga mereka yang tidak menyukai anda. Satu-satunya cara untuk menghadapi mereka yang tidak menyukai anda adalah dengan menerima mereka, dalam artian menerima segala ejekan dan kritikan mereka. Menerima bukan berarti manggut-manggut saja, melainka bersikap rendah hati dan memberikan pelajaran kehidupan yang akan membuat mereka sadar bahwa diri anda memang layak disegani.

# The Most Important is Not What The Fact But What Behind The Fact

'Yang terpenting bukanlah seperti apa faktanya melainkan makna dibalik semua fakta itu'. Alasan seseorang tidak menyukai anda bukan karena anda adalah orang yang terpandang dan disegani. Melainkan karena orang itu ingin menjadi seperti anda tetapi kemudian tidak menemukan cara yang tepat, sehingga satu-satunya cara adalah dengan menjatuhkan anda dan membuat orang lain mengakui bahwa dirinya lebih dari anda.

Sebuah penerimaan yang direalisasikan dalam bentuk penolakan. Kira-kira seperti itu keadaan yang menggambarkan bagaimana profesor John tidak menyukai Gandhi. Namun bagaimanapun juga sebuah penerimaan yang dibentuk dengan menonjolkan penolakan adalah cara pandang yang salah. Itulah yang berhasil dilihat Gandhi dibalik penolakan sang profesor, sehinggan Gandhi menggunakan cara yang bijak untuk kemudian membuktikan bahwa cara yang ditempuh sang profesor itu salah. Dengan kata lain Gandhi berhasil melihat sesuatu yang tersimpan dibalik fakta, sehingga tidak berlebihan jika saya mengatakan bahwa Gandhi sang manusia bijak dari timur. Bravo!




Saya kira demiikian kisah inspiratif yang bisa menjadi sajian dalam menemani pagi anda. Saya akhiri kisah ini dengan kutipan kata kata bijak dari Mahatmha Gandhi....

................First they ignore you, then they laugh at you, then they fight you, then you win.............

Renungan Bijak Untuk Motivasi Diri

Menyempurnakan hidup lewat renungan bijak yang akan mampu memotivasi diri anda sedikit demi sedikit untuk menjadi manusia yang berkualitas.

Berbicara tentang motivasi setiap orang membutuhkannya dalam rangka meraih masa depan yang gemilang. Untuk itu, mari kita sejenak merenungi nasehat bijak berikut untuk menyadari bahwa betapa pentingnya kehidupan ini.

renungan bijak untuk motivasi diri

Sempurnakan hidup anda sekarang

Memang prestasi terbaik dan expert yang ingin anda kuasai telah anda impikan. Itu adalah kehidupan masa depan anda. Ingatlah, untuk mencapainya anda perlu menyempurnakan hidup anda saat ini. Sebab, keberhasilan anda mewujudkan prestasi terbaik dan expertise yang ingin anda kuasai sangat ditentukan oleh kehidupan anda saat ini.




Anda tidak pernah hidup di masa depan hingga melakukan kegiatan-kegiatan yang berkualitas hari ini. Seperti apa anda jadinya di masa depan adalah hasil dari apa yang anda lakukan hari ini. Ingat, jangan pernah menghabiskan seluruh energi dan waktu yang anda miliki hanya untuk kegiatan-kegiatan yang tak berkualitas.

Anda contoh menarik dari sebuah kisah yang bisa menggambarkan bagaimana seharusnya anda menyempurnakan hidup. Sebuah kisah yang mungkin anda pernah membacanya, namun saya hanya akan mengingatkannya kembali...

Seorang dosen berdiri di depan para mahasiswanya. Saat kelas dimulai, sang dosen mengambil toples kosong dan mengisi dengan bola-bola golf. Kemudian berkata kepada mahasiswanya, “apakah toples sudah penuh ?

Mereka setuju. “Ya,” sahut mereka ramai. Kemudian sang dosen kembali menuangkan batu koral ke dalam toples, lalu mengguncang-guncang dengan ringan. Batu-batu koral itu lalu mengisi tempat yang kosong di antara bola-bola golf. Kemudian dia bertanya lagi kepada mahasiswanya, “apakah toples sudah penuh?”

Mereka setuju. “Ya.”

Selanjutnya dia menabur pasir ke dalam toples. Pasir pun kemudian menutup semuanya. Dosen itu sekali lagi bertanya apakah toples sudah penuh?

Para mahasiswa berkata, “Yaa!!”

Kemudian dia menuangkan dua cangkir kopi ke dalam toples dan secara efektif mengisi ruangan kosong di antara pasir.
Para mahasiswa tertawa. Mereka menganggap itu lelucon.

“Sekarang, saya ingin kalian memahami bahwa toples ini mewakili kehidupanmu. Bola-bola golf adalah hal yang penting: Tuhan, keluarga, anak-anak, kesehatan. Jika yg lain hilang dan hanya tinggal mereka, maka hidupmu masih tetap penuh.”

Ia lalu diam sejenak.

“Batu-batu koral adalah hal-hal lain seperti pekerjaanmu, rumah dan mobil. Pasir adalah hal-hal yg sepele.”

Sang dosen memandang mahasiswanya yang terdiam. Sunyi.

“Jika kalian pertama kali memasukkan pasir ke dalam toples, maka tidak akan tersisa ruangan untuk batu-batu koral ataupun untuk bola-bola golf.

“Hal yang sama akan terjadi dalam hidupmu. Jika kalian menghabiskan energi untuk hal-hal yang sepele, kalian tidak akan mempunyai ruang untuk hal-hal yang penting buat kalian.”





“Jadi beri perhatian utk hal-hal penting untuk kebahagiaanmu. Perbanyak bersyukur Kepada Tuhan atas berkah dan rahmatNya.  Bermainlah dengan anak-anakmu. Luangkan waktu untuk check up kesehatan. Ajak pasanganmu untuk keluar makan malam. Berikan perhatian terlebih dahulu kepada bola-bola golf. Hal-hal yang benar-benar penting. Atur prioritasmu. Baru yang terakhir, urus pasirnya.”

Salah satu mahasiswa mengangkat tangan dan bertanya, “kopi mewakili apa, Pak?”
Sang dosen tersenyum, “Saya senang kamu bertanya.”

“Itu untuk menunjukkan kepada kalian, sekalipun hidupmu tampak sudah sangat penuh, tetap selalu tersedia tempat untuk secangkir kopi bersama sahabat.” - SEKIAN.

Inilah yang saya maksudkan dengan menyempurnakan hidup. Mengisi kehidupan kita dengan hal-hal yang sifatnya dasar dan vital baru kemudian hal yang sifatnya tambahan saja. Jadilah manusia berguna yang tak hanya kata kata bijak nya saja yang diagungkan, melainkan tindakan dan nuraninya juga bijak dan bermanfaat.

Terkadang dalam hidup, kita selalu terbalik. Seperti dalam kisah di atas, tak jarang ada begitu banyak orang yang mementingkan pasir ke timbang golfnya. Ia lebih peduli, lebih enjoy menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tak berguna. Perlahan melupakan Tuhan, keluarga, sahabat, dan semua hal yang penting dalam hidupnya. Pada akhirnya orang seperti ini hanya akan menjadi manusia tanpa arah dan tujuan hidup.




Cerita Inspiratif Nasehat Bijak Seorang Ayah

Cerita Inspiratif - Hai sahabat Kbl, disaat ada banyak yang menyerah dalam hidup ini tak jarang ada mereka yang tetap sabar dalam berjuang dan menjalani hidup. Karena mereka yakin takkan ada kehidupan yang sia-sia.

cerita inspiratif ayah yang bijak

Pada postingan kali ini kami akan menyajikan sebuah pelajaran hidup yang kelihatannya sepele namun begitu dalam makna dan dampaknya. Inilah pelajaran hidup yang datang dari nasehat seorang ayah yang bijak dalam memaknai kesulitan menjadi kemudahan dan keputusasaan menjadi perjuangan tanpa henti.




Seorang Anak Mengeluh Kepada Ayahnya

Suatu hari, seorang anak datang kepada ayahnya yg sedang bekerja “Oh Ayah, ayah” kata sang anak.

Ada apa? tanya sang ayah

Sang ayah kemudian duduk disamping anaknya dan berkata, ayo ceritakan nak, ayah akan mendengarkan.

“aku lelah, sangat lelah … aku lelah karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja! aku lelah. sangat lelah

aku lelah karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! … aku lelah, sangat lelah …

aku lelah karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus! …

aku lelah,  karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman teman ku, sedang teman temanku seenaknya saja bersikap kepada ku

aku lelah, sangat lelah karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati…

aku lelah ayah, menahan diri seperti ini…aku ingin seperti mereka…mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! ..” sang anak mulai menangis…




Nasehat Bijak Sang Ayah

Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata ” anakku ayo ikut ayah, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu”, lalu sang ayah menarik tangan sang anak kemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek dan berbatu, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang.

Lalu sang anak pun mulai mengeluh ” ayah mau kemana kita?? aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah karena ada banyak ilalang. Aku benci jalan ini ayah. Sang ayah hanya diam.

Akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, hawanya begitu sejuk, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan yang sangat rindang.

“Wwaaaah… tempat apa ini ayah? aku suka! aku suka tempat ini!”. Sang ayah hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau.
“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya.

” Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? padahal tempat ini begitu indah?”
” Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?”

” Itu karena orang orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tau ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu”
” Ooh… berarti kita orang yang sabar ya yah? alhamdulillah”
” Nah, akhirnya kau mengerti”
” Mengerti apa? aku tidak mengerti”

Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi.

Bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga. Dan akhirnya semuanya terbayar kan? ada telaga yang sangatt indah. Seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? kau tidak akan mendapat apa apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku

” Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar ”

Ayah tau, oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat. Begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu.

Tapi ingatlah anakku… ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri, maka jangan pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain, jadilah dirimu sendiri. Seorang pemuda beragama yang kuat, yang tetap tabah dan sabar maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang, maka kau tau akhirnya kan?”

Ya ayah, aku tau. Aku akan dapat surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini. Sekarang aku mengerti. Terima kasih ayah ,aku akan tetap TEGAR saat yang lain TERLEMPAR.

Ayah sangat menyayangimu anakku. Jika kelak kau menjadi seorang pemimpin rumah tangga dan seorang ayah, maka jadilah seperti air yang ada di telaga ini. Begitu indah dan bersih. Ia menjadi sumber kekuatan dan kehidupan bagi apapun yang ada disekitarnya. Air inilah yang menjadikan bunga itu tampak begitu cantik dan begitu banyak pohon rindang disini. Jadilah kau kelak seperti itu. "MENJADI SUMBER KEHIDUPAN BAGI KELUARGAMU"




Demikianlah sahabat kbl kisah yang begitu menyentuh hati dari seorang ayah yang begitu peduli dan sayang kepada anaknya. Semoga kisah diatas bisa memberikan motivasi bagi nurani kita untuk menjadi orang yang bermakna dan berarti bagi siapapun.

Akhir kata dari kami, sebuah kata bijak yang dikutip dari Hellen Keller :

Ketahuilah, hal-hal terindah di dunia ini terkadang tak bisa terlihat dalam pandangan atau teraba dengan sentuhan; mereka hanya bisa terasakan dengan hati.

Melangkah Penuh Makna Dan Berkah

Cerita Inspiratif - Dalam hidup ada begitu banyak orang yang terinspirasi dari berbagai kisah menarik bahkan dari hal -hal yang sebenarnya terlihat begitu sepele. Itulah kemudian kenapa muncul istilah "the most important is not what the fact, but what behind the fact" - Yang paling penting bukanlah seperti apa fakta yang terlihat melainkan apa yang ada dibaliknya.

Terkadang kita hanya melihat banyak orang dari kulit luarnya saja ataupun dari apa yang diraihnya saat ini, namun jarang sekali memperhatian kenapa kemudian dia atau mereka bisa seperti itu. Berangkat dari sinilah kami kemudian menyuguhkan kisah menarik tentang seorang pemuda militer dengan karakter dan kepiawaiannya yang memiliki jiwa penolong dan empati yang begitu tinggi.

Melangkah Penuh Makna Dan Berkah

Bacalah kisah dibawah ini maka kita akan tahu bahwa jiwa dan hati akan bekerja sama dalam mendeskripsikan siapa diri kita yang sebenarnya. Pembawaan yang baik akan memiliki pengaruh yang signifikan bukan hanya untuk diri kita tetapi akan menjadi teladan bagi siapapun.




Berikut Kisahnya...

Seorang Motivator di undang untuk bericara di sebuah basis militer. Di sana ia bertemu seorang prajurit yang tak akan pernah di lupakannya, bernama Leo

Leo yang di kirim untuk menjemput sang Motivator di bandara. Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju ke tempat pengambilan koper.

Ketika berjalan keluar, Leo sering menghilang. Banyak hal yang di lakukannya. Ia membantu seorang wanita tua yang kopernya jatuh. Kemudian mengangkut anak kecil agar dapet melihat pemandangan.

Ia juga menolong orang yang tersesat dan menunjukan arah jalan yang benar. Setiap kali, ia kembali ke sisi Sang Motivator selalu dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.

“Darimana anda belajar hal-hal seperti itu?”, tanya sang Motivator
“Oh”, kata Leo. “Selama perang, saya kira”.
Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Pakistan. Bagaimana kemudian ia harus menghadapi medan pertempuran yang begitu kejam dan nyawa yang menjadi taruhannya.

Juga saat tugasnya membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu persatu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya.

“Saya belajar untuk hidup diantara pijakan setiap langkah”, katanya. “Saya tak pernah tahu apakah langkah selanjutnya merupakan pijakan terakhir, sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan memijakan kaki.

Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan dunia baru, dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini”. Kelimpaahan hidup tidak dapat ditentukan dengan berapa lama kita hidup, tetapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang berkualitas.

Demikianlah sajian kisah inspiratif dengan untaian kata bijak yang menggambarkan bagaimana seseorang pemuda berlatar belakang militer yang kemudian mempraktekan hal-hal kecil namun begitu bernilai. Pengalaman pahit yang diperolehnya selama menjadi prajurit militer diterapkan begitu indah disetiap inci kehidupannya.




Wise Value dari Cerita diatas

Sebutan pahlawan bukanlah semata-mata untuk mereka yang suci, karena pahlawan bukanlah malaikat yang turun dari langit. Ia adalah orang yang menebar kebaikan mulai dari hal-hal kecil sampai yang luar biasa besarnya.

Hargailah siapapun  "pahlawan" kehidupan kita, bisa jadi mereka adalah orang tua, suami, istri, anak-anak, dan sahabat dalam setiap aktivitas keseharian kita

Setiap orang dengan niat yang tulus dalam membantu bukanlah untuk mengekspos agar dirinya dipuji oleh banyak pihak, ia semata-mata ikhlas dalam melakukan kebajikan selama dirinya masih mampu dan berarti bagi banyak orang

Kisah Pengembaraan Uang Seribu dan Seratus Ribu

Cerita Inspiratif - Uang, dialah alat yang dipakai oleh siapapun yang masih mengaku manusia dalam melakukan transaksi, baik itu membeli atau hanya sekedar memilikinya.

Tak ada siapapun yang bisa hidup tanpa uang di zaman era serba digital sekarang ini. Namun pertanyaannya apakah uang itu segalanya bagi kita? Apakah dengan memilikinya kita bisa menguasai semua lini kehidupan kita? Dan satu hal yang pasti, akankah ia selalu datang kepada kita?

cerita-inspiratif-kisah-uang-seribu-seratus-ribu

Disinilah kemudian kami akan memberikan cerita inspiratif singkat, dengan mencoba berbagi kesadaran akan hakikat dari uang yang sebenarnya.




Agar kita tidak menjadi MANUSIA MATERIALISTIS (MONEY IS EVERYTHING)...

Suatu waktu Bank Indonesia menerbitkan dua lembar uang, yang satu bernama uang seribu rupiah dan satu lagi uang seratus ribu rupiah.

Keduanya tercipta sama-sama dari kertas dengan begitu indah, mulus, berkilau, bersih, harum dan menarik.

Setelah itu mereka kemudian berpisah, mengalami pengembaraan yang begitu lama, dan berpindah dari satu tangan ke tangan lainnya, mengisi satu dompet ke dompet lainnya.

Sebulan kemudian, keduanya kembali dipertemukan secara tidak sengaja didalam dompet seorang lelaki. Terjadilah dialog diantara keduanya..

Uang Seratus Ribu : “OMG (Ya ampun) dari mana saja kamu, teman? Sebulan tak bertemu tapi kok kamu kelihatan begitu lusuh? Kumal, kotor , lecet dan bau! Padahal waktu kita sama-sama keluar dari Bank Indonesia, kita sama-sama bersih kan ….. Ada apa denganmu?”

Uang seribu kemudian memulai kisahnya, sambil mengenang perjalanannya, uang seribu berkata :

“Ya, beginilah nasibku, teman. Sejak kita ke luar dari Bank itu, hanya sehari aku berada di dompet yang bersih dan bagus. Hari berikutnya saya sudah pindah ke dompet tukang sayur yang kumal. Dari dompet tukang sayur, aku beralih ke kantong plastik tukang ayam. Plastiknya basah, penuh dengan darah dan bau amis. Besoknya lagi, aku dilempar keplastik seorang pengamen, dari pengamen kemudian aku mampir ke warteg. Dari laci tukang warteg aku berpindah ke kantong tukang bubur, dari sana kemudian tak jarang saya masuk ke kantong pengemis. Begitulah penembaraanku dari hari ke hari selama sebulan ini.

Uang seratus ribu mendengarkan dengan prihatin. Kemudian dengan congkaknya berkata :
“Wah, sedih sekali perjalananmu, teman! Berbeda sekali dengan pengalaman yang aku alami. "

"Kalau aku ya, sejak kita keluar hari itu, aku disimpan di dompet kulit seorang pejabat yang bagus dan harum. Setelah itu aku pindah kedompet seorang wanita cantik. Setelah dari sana , aku lalu berpindah-pindah, sering aku ada di hotel berbintang 5, masuk ke restoran mewah, ke showroom mobil mewah, di tempat arisan Ibu-ibu pejabat, dan di tas selebritis. Bahkan selama sebulan ini aku sudah dua kali masuk dan keluar mesin ATM. Pokoknya aku selalu berada di tempat yang bagus. Jarang sekali aku di tempat yang kamu ceritakan itu. Dan aku juga jarang bertemu dengan teman-temanmu.”

Uang seribu terdiam sejenak. Dia menarik nafas lega, dan berkata : “Ya. Nasib kita memang berbeda. Kamu selalu berada di tempat yang nyaman.Tapi ada satu hal yang selalu membuat saya senang dan bangga daripada kamu!”
“Apa itu?” uang seratus ribu penasaran.

“Aku sering bertemu teman-temanku di kotak-kotak amal di masjid atau di tempat-tempat ibadah lainnya. Hampir setiap minggu aku mampir ditempat-tempat itu. Dan satu hal yang pasti, aku jarang bertemu teman-teman kamu disana" Karena itu, aku selalu bersyukur, aku dipandang manusia bukan sebuah nilai, tapi yang mereka pandang adalah sebuah manfaat.




Mendengar pernyataan seperti itu uang seratus ribu kemudian terhenyak, tersungkur, dan menangis. Betapa selama ini, ia begitu bangga dan mengagungkan perjalannya yang begitu mewah, namun apa yang ia dapatkan? Tak ada. Begitu seringnya ia mampir ke tempat maksiat namun jarang hadir ditempat ibadah, bahkan tak jarang ia dimiliki karena pembayaran untuk transaksi yang membawa bencana.

Sahabat Kbl, Intinya adalah bukan seberapa besar penghasilan kita, tapi seberapa bermanfaat penghasilan kita itu. Karena kekayaan bukanlah untuk kesombongan. Kekayaan adalah tujuan dan bukan ambisi buta. Ia adalah rahmat untuk kesejahteraan dan berkah untuk berbagi.

Cerita tersebut hanyalah fiksi namun deskripsinya nyata dalam keseharian kita. Betapa kita lupa dan kikir dalam membelanjakan harta, materi, dan uang yang kita miliki. Ingatlah bahwa apapun yang kita miliki adalah kepunyaanNya sang Maha Memiliki atas segala sesuatu.

Ingatlah bahwa hidup adalah penantian atas roda yang berputar. Ada saat kita berada diatas, ada waktunya kita berpindah kebawah. Hidup hanya menunggu giliran. Maka pergunakanlah setiap kesempatan yang datang tanpa keraguan untuk melakukan sebanyak mungkin kebaikan.

Demikianlah postingan kata kata bijak yang disajikan dalam bentuk cerita inspiratif bagi sahabat Kbl, semoga semakin menambah kekuatan hati kita dalam memantapkan visi, menggapai kebahagiaan hidup sesungguhnya. Amin




Kasih Sayang Seorang Ibu Mengalahkan Segalanya

Cerita inspiratif bagaimana kasih sayang seorang ibu bisa mengalahkan segalanya. Pada postingan kali ini penulis akan menyuguhkan sebuah kisah inspiratif yang menggambarkan bagaimana besar dan mulia nya hati wanita yang melahirkan setiap manusia ke muka bumi ini.

Kisah ini diangkat tradisi lama dari sebuah negeri yang dikenal dengan sebutan Negeri Sakura. Selamat Membaca...





Konon katanya di jepang  pernah ada tradisi membuang orang yang sudah tua ke dalam hutan belantara yang jauh dari kehidupan masyarakat

Mereka dibuang karena satu alasan, yaitu agar tidak menjadi beban bagi anak-anaknya.

Suatu ketika, seorang pemuda berniat membuang ibunya ke hutan, karena sang ibu telah tua renta, lemah dan tak berdaya. Meskipun berat, namun pemuda itu harus tegas dan patuh dengan tradisi.

Iniliah saat yang tepat bagi dia untuk membuang ibunya agar tidak menjadi beban dan menyusahkan orang lain.

Pemuda tersebut tampak bergegas menyusuri hutan sambil menggendong ibunya. Sang ibu yang kelihatan tidak berdaya berusaha menggapai ranting pohon yang bisa diraihnya sebisa mungkin, lalu mematahkannya dan menaburkannya disepanjang jalan yang mereka lalui.

Begitu seterusnya, sepanjang perjalanan sang ibu terus menerus mengambil ranting pohon, kemudian mematatahkan dan menaburkannya lagi.

Setelah berjalan selama berjam-jam, akhirnya mereka sampai di dalam hutan yang sangat lebat. Pemuda itu kemudian menurunkan sang ibu dan mengatakan "Ibu, disinilah tempat ibu selanjutnya, aku harap ibu bisa tinggal dengan tenang disini."  sambil berusaha menahan sedih karena ternyata dia tidak menyangka tega melakukan perbuatan ini terhadap ibunya.




Pemuda tersebut kemudian berniat pergi, membalikan badannya dan berusaha melangkah meskipun berat dan tak sanggup bagi dia meninggalkan sang ibu sendirian.

Langkahnya kemudian terhenti ketika sang ibu memanggilnya..

Tak ada rautan wajah kesedihan dan ketakutan dalam diri wanita mulia ini bahkan ia tersenyum dan berkata kepada anaknya " Wahai anak ku, ibu sangat menyayangimu. Sejak kau kecil sampai dawasa. Ibu selalu merawatmu dengan segenap cintaku. Bahkan sampai hari ini, rasa sayangku tidak berkurang sedikit pun…Ibu tak tahu sampai kapan akan bertahan disini dalam kesendirian. Namun Jika tiba saat ibu untuk tak lagi ada didunia ini,  doa ibu tak akan pernah usai meski  ibu sudah berkalang tanah..…karena dalam namamu ada harapan-harapan akan kebaikan untuk dirimu nak……………

"Pergilah dan berhati-hatilah,,tadi ibu sudah menandai sepanjang jalan yang kita lalui dengan ranting-ranting kayu. Ibu takut kau tersesat….ikutilah tanda itu agar kau selamat sampai dirumah.”

Setelah mendengar kata-kata tersebut, pemuda itu menangis dengan sangat keras, Ia sadar betapa bodohnya dirinya jika harus membiarkan orang yang begitu mulia kasih sayangnya terbuang ditengah hutan yang begitu liar dan berbahaya.

Kemudian sang pemuda langsung memeluk ibunya dan kembali menggendongnya, membawanya kembali pulang kerumah. Pemuda tersebut akhirnya merawat ibu yang sangat mengasihinya sampai ibunya meninggal.

Sahabat Kbl, begitu mulianya kasih sayang ibu kepada anaknya. Mungkin cerita diatas hanya fiksi namun begitulah hati sejati seorang ibu. Rasa khawatir terhadap keselamatan dan kehidupan anaknya lebih penting dibandingkan keselamatan dan kehidupan dirinya.

Sudah berapa lama kita tak mengabari mereka karena rutinitas kita yang begitu sibuk? Kabarilah mereka terutama ibu, karena mereka begitu khawatir dengan setiap langkah kehidupan kita. Kabarilah mereka karena hanya itu yang akan membuat mereka bahagia bahwa anaknya baik-baik saja. Kabarilah mereka selagi masih sempat, karena kita tak pernah tahu kapan mereka akan pergi,..pergi untuk selamanya.




Semoga kita menjadi anak yang berbakti tanpa pamrih kepada ibu bapak kita, dan menjadi anak yang bijak dalam berkata dan bertindak. Amin