Kisah Inspiratif - Guru Spesial



Beberapa tahun yang lalu professor di John Hopkin memberikan sebuah tugas kepada sekelompok siswa yang baru saja lulus: Pergi ke daerah kumuh. Bawalah 200 anak lelaki, yang berumur antara 12 dan 16 tahun, lalu wawancarai dan selidiki lingkungan serta latar belakang mereka. Lalu ramalkan kesempatan mereka untuk masa depan.

Setelah para siswa melakukan konsultasi terhadap statistik social, mewawancarai anak-anak lelaki tersebut dan mengumpulkan begitu banyak data, mereka menyimpulkan bahwa 90% dari anak-anak lelaki tersebut akan menghabiskan beberapa waktu mereka di dalam penjara.

Dua puluh lima tahun kemudian, sekelompok siswa lulus lainnya diberikan tugas untuk memeriksa ramalan itu. Mereka kembali ke kawasan kumuh. Sebagian lelaki –yang pada waktu itu– masih tinggal di tempat itu, beberapa telah meninggal, ada pula beberapa yang telah pindah, tetapi mereka dapat berhubungan dengan 180 dari 200 orang anak lelaki yang di data beberapa tahun yang lalu tersebut. Dan mereka menemukan bahwa hanya ada empat dari para lelaki tersebut yang pernah dipenjara.

Mengapa para lelaki, yang tinggal di daerah kumuh dengan tingkat kejahatan yang lumayan tinggi, memiliki catatan rekor yang baik dan cukup mengagetkan ini?

Para peneliti diberitahu: “Ada seorang guru…”

Mereka terus mencari lebih lanjut, dan menemukan dalam 75% kasus tersebut ada seorang wanita yang sama. Para peneliti kemudian menemui guru wanita tersebut yang kini tinggal di sebuah rumah untuk pensiunan guru.

Bagaimana dia telah menggunakan pengaruh yang luar biasa ini kepada anak-anak lelaki tersebut? Bisakah dia memberi alasan mengapa anak-anak lelaki tersebut masih mengingat dirinya?

“Tidak,” dia menjawab, “Aku tidak bisa.” Dan wanita tersebut kembali berpikir ke beberapa tahun belakangan, dia berkata lirih, lebih kepada dirinya: “Aku mencintai anak-anak itu…”

Kata Kata Inspiratif #1

Kata kata motivasi

Berikut ini beberapa kumpulan quote - quote yang sekiranya diharapkan sedikit banyak dapat memberikan inspirasi buat kita. :)

°
Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain.
Apabila hal itu menyakitkan hatimu,
sangat mungkin hal itu menyakitkan hati orang itu pula.

°
Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan,
kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati,
kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya.

°
Cinta dimulai dengan sebuah senyuman, bertumbuh
dengan sebuah ciuman dan berakhir dengan tetesan air mata.

°
Patah hati layaknya sebuah gigitan anjing. Rasa sakitnya akan hilang suatu saat, namun bekas lukanya akan selalu tinggal selamanya.

°
Jika engkau mencintai seseorang, lepaskanlah dia. Jika dia kembali padamu, itu memang telah ditakdirkan untuk kalian. Jika dia tidak kembali, maka cintanya memang tak pernah menjadi milikmu...

°
Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis,
mereka yang disakiti hatinya,
mereka yang mencari dan
mereka yang mencoba.
Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka.

°
Hidup berakhir saat engkau berhenti bermimpi,
Harapan berakhir saat engkau berhenti percaya, dan
Cinta berakhir saat engkau berhenti menyayangi.

Mimpi, harapan, dan cinta... Yang membuat hidup ini indah...

°
Keindahan dari Persahabatan adalah bukan hanya sekedar mendengarkan ketika kata-kata terucapkan,
Tetapi merasakan dan membagi bahkan di saat tak ada sesuatu apapun yang lain terkecuali keheningan.

°
Persahabatan adalah sebuah hadiah tak ternilai yang tak bisa dibeli ataupun dijual,
Tetapi memiliki seorang sahabat yang begitu pengertian jauh lebih berharga dibandingkan emas permata.

°
Seorang dokter dapat menyelamatkan nyawa kita.
Seorang pengacara dapat membela hidup kita.
Seorang tentara dapat memberi kita hidup yang damai.
Tetapi hanya seorang sahabat sejati yang dapat memberi kita sebuah hidup yang berarti.

°
Sahabat layaknya bintang-bintang,
Kita tak dapat melihatnya setiap saat,
Tetapi kita tahu bahwa mereka ada.

°
Resep sebuah persahabatan adalah:
1 gelas saling berbagi
2 gelas saling menyayangi
3 gelas saling memaafkan & pelukan
Campurkan semua bahan tersebut untuk membuat sebuah PERSAHABATAN yang akan bertahan SELAMANYA.

°
Tanpa humor, hidup menyebalkan.
Tanpa cinta, hidup tampaknya tiada memiliki harapan.
Tapi tanpa seorang teman, hidup nyaris mustahil.

°
Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah (tidak tepat) sebelum bertemu dengan orang yang tepat,
Kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas karunia itu.

Kisah Motivasi - Mimpi

Hari pertama kuliah, seorang professor di kelas kami memperkenalkan dirinya dan menantang kami untuk lebih mengenal seseorang yang sebelumnya belum pernah kita kenal. Aku kemudian berdiri dan melihat sekeliling, dan pada saat itu sebuah tangan menyentuh bahuku. Aku berbalik dan mendapatkan seorang wanita tua bertubuh kecil dengan rambut ikalnya menatapku dengan wajah yang tersenyum.

Dia berkata, “Hai, tampan. Namaku Rose. Umurku enam puluh tujuh tahun. Bolehkah aku memberimu sebuah pelukan?” aku kemudian tertawa dan menjawab dengan senang, “Tentu saja kamu boleh!” dan dia pun memelukku dengan hangat.

Mengapa kamu berada di kampus ini pada usia ini?” tanyaku.

Sambil bercanda, dia menjawab, “Aku ada disini untuk mencari suami yang kaya, kemudian kami menikah, memiliki dua orang anak, kemudian kami mengambil pensiun dan melakukan travelling.”

“Ayolah yang serius.” tanyaku lagi. Aku begitu sangat penasaran, hal apa yang telah memotivasi dirinya untuk berani mengambil tantangan ini di usianya yang tidak muda lagi.

“Aku selalu bermimpi memiliki pendidikan yang tinggi di sebuah universitas dan saat ini aku sedang melakukannya!” dia kemudian memberitahuku.

Seusai kelas, kami berjalan ke ruangan aula dan saling berbagi milkshake coklat. Dengan begitu cepat kami menjadi teman. Setiap harinya selama tiga bulan berikutnya kami selalu meninggalkan kelas bersama-sama dan mengobrol tanpa henti. Aku selalu seperti terhipnotis untuk mendengarkan “mesin waktu” ini pada saat ia membagi segala kebijaksanaan dan pengalaman-pengalamannya kepadaku.

Selama tahun pelajaran itu, Rose menjadi seorang ikon kampus dan kemanapun dia pergi dia selalu begitu mudah untuk mendapatkan teman. Dia begitu menyukai segala perhatian yang ia dapatkan dari siswa-siswa lainnya, yang menurutnya adalah sebuah anugerah.

Pada akhir semester, kami mengundang Rose untuk memberikan sebuah pidato dalam pembukaan pertandingan sepakbola di kampus kami. Aku takkan pernah bisa lupa apa yang telah ia ajarkan untuk kami. Ia dipanggil dan diperkenalkan ke seluruh siswa, dan ia kemudian melangkah menaiki podium. Saat ia mengambil lembaran-lembaran kertas yang berisi catatan pidatonya, ia menjatuhkan tiga dari lima lembar kertas yang di pegangnya ke lantai. Dengan wajah yang agak frustrasi dan merasa malu, ia maju ke mikrofon dan berkata ringan, “Maaf, aku merasa sangat gugup. Aku memberi bir ku untuk Lent dan wiski ini membunuhku! Aku takkan pernah dapat menyampaikan pidato seperti yang telah aku persiapkan sebelumnya, jadi ijinkan aku untuk menyampaikan apa yang aku tahu.”

Kami pun tertawa mendengarnya, kemudian dia mulai berkata: “Kita tidak berhenti bermain karena kita tua; kita menjadi tua karena kita berhenti bermain. Ada empat rahasia untuk membuat kita tetap muda, berbahagia dan meraih kesuksesan.””Kamu harus tertawa setiap harinya. Kamu harus mempunyai sebuah mimpi. Saat kamu kehilangan mimpimu, maka kamu ‘mati’. Ada begitu banyak orang yang berjalan di sekitar kita yang sebenarnya telah ‘mati’ dan mereka tidak menyadarinya!”

“Ada suatu perbedaan yang sangat besar antara tumbuh menjadi dewasa dan tumbuh menjadi lebih tua. Jika kamu berusia sembilan belas tahun dan berbaring di tempat tidur selama setahun penuh dan tidak melakukan satu kegiatan produktif apapun, kamu akan berubah menjadi duapuluh tahun. Dan jika aku berusia enam puluh tujuh tahun dan tetap berada di tempat tidur selama setahun dan tidak pernah melakukan apapun, aku akan menjadi enam puluh delapan. Semua orang bisa tumbuh menjadi lebih tua. Hal tersebut tidak akan mengambil bakat atau kemampuan apapun. Tapi yang terbaik adalah untuk dapat tumbuh dengan selalu menemukan kesempatan di dalam perubahan.”

“Jangan pernah menyesal. Para orang-orang yang berusia cukup tua biasanya tidak memiliki penyesalan atas apa yang telah kami lakukan, tapi lebih pada penyesalan pada apa yang tidak kami lakukan. Orang-orang yang takut akan kematian hanyalah mereka yang mempunyai penyesalan.”

Dia menyimpulkan pidatonya dengan menyanyikan The Rose dengan beraninya. Dia menantang semua dari kami untuk mempelajari lirik lagu tersebut dan menghidupkannya dalam keseharian kami.

Pada akhir tahun Rose berhasil menyelesaikan kuliahnya yang telah ia mulai sejak bertahun-tahun yang lalu.

Satu minggu setelah acara wisuda, Rose meninggal dengan tenang di dalam tidurnya.

Lebih dari duaribu siswa menghadiri pemakaman dirinya sebagai wujud penghormatan kepada seorang wanita yang begitu hebat yang telah mengajarkan dengan memberikan contoh atas dirinya. bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk menjadi semua yang kemungkinan kamu bisa.


Pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah ini adalah:
• Tidak pernah terlambat buat kita untuk belajar
• Tertawalah dan temukan segala kelucuan itu setiap harinya
• Jangan biarkan perubahan menguasaimu, tapi biarkan perubahan itu membantumu untuk menemukan kesempatan yang mungkin sebelumnya belum pernah kamu lihat.


Masa depan itu adalah milik orang-orang yang percaya terhadap keindahan impian-impiannya. (Eleanor Roosevelt)
Bermimpilah seakan kamu akan hidup selamanya. Hiduplah seakan kamu akan mati hari ini. (James Dean)

Kisah Inspiratif - Di balik Cermin


Ketika saya masih kecil, kami tinggal di kota New York, hanya satu blok dari rumah Kakek dan Nenek. Setiap malam, Kakek selalu melakukan “kewajibannya,” dan di setiap musim panas, saya selalu ikut dengannya.

Pada suatu malam, ketika Kakek dan saya sedang jalan kaki bersama, saya menanyakan apa bedanya keadaan sekarang dengan dulu, ketika Kakek masih kecil di tahun 1964. Kakek bercerita tentang jamban-jamban di luar rumah dan bukan toilet mengkilap, kuda-kuda dan bukan mobil, surat-surat dan bukan telepon, serta lilin-lilin dan bukan lampu-lampu listrik.

Sementara Kakek menceritakan semua hal-hal indah yang sama sekali tidak pernah terbayang di kepala saya, hati kecil saya mulai penasaran. Lalu saya tanyakan kepadanya,”Kakek, apa hal paling susah yang pernah terjadi dalam hidup Kakek?”

Kakek berhenti melangkah, memandang cakrawala, dan membisu beberapa saat. Lalu Kakek berlutut, menggenggam tangan saya, dan berlinang air mata Kakek mengatakan: “Ketika ibumu dan adik-adiknya masih kecil-kecil, Nenek sakit parah dan untuk bisa sembuh, dia harus dirawat di satu tempat yang namanya sanatorium, untuk waktu yang lama sekali.

Tidak ada orang yang bisa merawat ibu dan paman-pamanmu kalau Kakek sedang pergi kerja, jadi mereka Kakek titipkan di panti asuhan. Para biarawati yang membantu Kakek mengurusi mereka, sementara Kakek harus melakukan dua atau tiga pekerjaan untuk bisa mengumpulkan uang, agar Nenek bisa sembuh dan semua orang bisa berkumpul lagi di rumah.”

“Yang paling sulit dalam hidup Kakek adalah, Kakek harus menaruh mereka di panti asuhan. Setiap minggu Kakek mengunjungi mereka, tetapi para biarawati itu tidak pernah mengijinkan Kakek mengobrol dengan mereka, atau memeluk mereka. Kakek hanya bisa memperhatikan mereka bermain dari balik sebuah cermin satu arah. Kakek selalu membawakan permen setiap minggu, berharap mereka tahu itu pemberian Kakek. Kakek hanya bisa menaruh kedua tangan Kakek di atas cermin itu selama tiga puluh menit penuh, waktu yang mereka ijinkan untuk Kakek melihat anak- anak Kakek, berharap mereka akan datang dan menyentuh tangan Kakek.”

“Satu tahun penuh Kakek lalui tanpa menyentuh anak-anak. Kakek sangat merindukan mereka. Tetapi Kakek juga tahu bahwa itulah tahun yang lebih sulit lagi bagi mereka. Kakek tidak pernah bisa memaafkan diri Kakek sendiri karena tidak bisa memaksa biarawati itu mengijinkan Kakek memeluk mereka. Tetapi kata mereka, kalau diijinkan, itu malah akan lebih memperburuk keadaan, bukan memperbaikinya, dan mereka akan menjadi lebih sulit tinggal di panti asuhan itu. Jadi Kakek  menurut saja.”

Saya tidak pernah melihat Kakek menangis. Kakek memeluk saya erat-erat dan saya katakan kepadanya bahwa saya memiliki Kakek terbaik di seluruh dunia dan saya sangat menyayanginya.

Lima belas tahun berlalu, dan saya tidak pernah menceritakan acara jalan-jalan istimewa dengan Kakek itu kepada siapapun. Dari tahun ke tahun kami tetap rajin jalan-jalan, sampai keluarga saya dan Kakek-Nenek saya pindah ke negara bagian yang berbeda.

Setelah Nenek saya meninggal dunia, Kakek saya mengalami penurunan ingatan dan saya yakin itulah periode penuh tekanan baginya. Saya memohon kepada Ibu untuk memperbolehkan Kakek tinggal bersama kami, tetapi Ibu menolaknya.

Saya terus merengek, “Ini kan sudah kewajiban kita sebagai keluarga untuk memikirkan apa yang terbaik baginya.”

Dengan sedikit marah, Ibu membentak, “Kenapa? Dia sendiri sama sekali tidak pernah perduli pada apa yang terjadi terhadap kami, anak-anaknya!”

Saya tahu apa yang Ibu maksud. “Dia selalu memperhatikan dan menyayangi kalian,” kata saya.

Ibu saya menjawab, ”Kau tidak mengerti apa yang kau bicarakan!”

“Hal tersulit baginya adalah harus menaruh Ibu dan Paman Eddie dan Paman Kevin di panti asuhan.”

“Siapa yang cerita begitu padamu?” tanyanya.

Ibu saya sama sekali tidak pernah membicarakan masa-masa itu kepada kami.

“Bu, Kakek selalu datang ke tempat itu setiap minggu untuk mengunjungi anak-anaknya. Kakek selalu memperhatikan kalian bermain dari belakang cermin satu arah itu. Kakek selalu membawakan permen setiap kali Kakek datang. Kakek tidak pernah absen setiap minggu. Kakek benci tidak bisa memeluk kalian selama satu tahun itu!”

“Kau bohong! Dia tidak pernah datang. Tidak pernah ada yang datang menjenguk kami.”

“Lalu bagaimana aku bisa tahu soal kunjungan itu kalau bukan Kakek yang cerita? Bagaimana aku bisa tahu oleh-oleh yang dibawanya? Kakek benar-benar datang. Kakek selalu datang. Para biarawati itulah yang tidak pernah mengijinkan Kakek menemui kalian, karena kata mereka, akan terlalu sulit bagi anak-anak kalau melihat ayahnya sudah harus pergi lagi. Bu, Kakek menyayangimu, dan selalu begitu!”

Kakek selalu beranggapan anak-anaknya tahu Kakek berdiri di balik cermin satu arah itu, tetapi karena mereka tidak pernah merasakan kehangatan dan kekuatan pelukannya, Kakek pikir mereka telah melupakan kunjungan-kunjungannya. Sementara, Ibu saya dan adik-adiknya beranggapan Kakek tidak pernah datang mengunjungi mereka.

Setelah saya menceritakan kebenaran itu kepada Ibu, hubungannya dengan Kakek mulai berubah. Dia menyadari bahwa ayahnya selalu menyayanginya, dan akhirnya Kakek tinggal bersama kami sampai akhir hidupnya.

¤¤¤¤¤

Renungan - Sifat Kepiting


Mungkin banyak yang tahu wujud kepiting, tapi tidak banyak yang tahu sifat kepiting. Semoga Anda tidak memiliki sifat kepiting yang dengki.

Kepiting itu ukurannya kecil namun rasanya cukup lezat. Kepiting-kepiting itu dengan mudah ditangkap di malam hari, lalu dimasukkan ke dalam baskom/wadah, tanpa diikat.

Keesokkan harinya, kepiting-kepiting ini akan direbus dan lalu disantap untuk lauk selama beberapa hari. Yang paling menarik dari kebiasaan ini, kepiting-kepiting itu akan selalu berusaha untuk keluar dari baskom, sekuat tenaga mereka, dengan menggunakan capit-capitnya yang kuat.

Namun seorang penangkap kepiting yang handal selalu tenang meskipun hasil buruannya selalu berusaha meloloskan diri.

Resepnya hanya satu, yaitu si pemburu tahu betul sifat si kepiting.

Bila ada seekor kepiting yang hampir meloloskan diri keluar dari baskom, teman-temannya pasti akan menariknya lagi kembali ke dasar.
Jika ada lagi yang naik dengan cepat ke mulut baskom, lagi-lagi temannya akan menariknya turun… dan begitu seterusnya sampai akhirnya tidak ada yang berhasil keluar.

Keesokan harinya sang pemburu tinggal merebus mereka semua dan matilah sekawanan kepiting yang dengki itu.

Begitu pula dalam kehidupan ini…
tanpa sadar kita juga terkadang menjadi seperti kepiting-kepiting itu.

Yang seharusnya bergembira jika teman atau saudara kita mengalami kesuksesan kita malahan mencurigai, jangan-jangan kesuksesan itu diraih dengan jalan yang nggak bener.
Apalagi di dalam bisnis atau hal lain yang mengandung unsur kompetisi,
sifat iri, dengki, atau munafik akan semakin nyata dan kalau tidak segera kita sadari tanpa sadar kita sudah membunuh diri kita sendiri.

Kesuksesan akan datang kalau kita bisa menyadari bahwa di dalam bisnis atau persaingan yang penting bukan siapa yang menang, namun terlebih penting dari itu seberapa jauh kita bisa mengembangkan diri kita seutuhnya.
Jika kita berkembang, kita mungkin bisa menang atau bisa juga kalah dalam suatu persaingan, namun yang pasti kita menang dalam kehidupan ini.

Beberapa pertanda bahwa seseorang adalah ‘kepiting’:

1. Selalu mengingat kesalahan pihak luar (bisa orang lain atau situasi) yang sudah lampau dan menjadikannya suatu prinsip/pedoman dalam bertindak

2. Banyak mengkritik tapi tidak ada perubahan

3. Hobi membicarakan kelemahan orang lain tapi tidak mengetahui kelemahan dirinya sendiri sehingga ia hanya sibuk menarik kepiting-kepiting yang akan keluar dari baskom dan melupakan usaha pelolosan dirinya sendiri.

Jika kita pikir, bukankah lebih baiknya jika kepiting-kepiting itu saling tolong-menolong untuk dapat keluar dari baskom?
namun yah… memang dibutuhkan jiwa yang besar untuk melakukannya…

Coba renungkan berapa waktu yang Anda pakai untuk memikirkan cara-cara menjadi pemenang. Dalam kehidupan sosial, bisnis, sekolah, atau agama.
Dan gantilah waktu itu untuk memikirkan cara-cara pengembangan diri Anda menjadi pribadi yang sehat dan sukses.

¤¤¤¤¤

Dongeng - Raja dan Laba-Laba


Dahulu kala di negeri Skotlandia, hiduplah seorang raja bernama Bryce.

Sudah enam kali dia memimpin pasukannya menuju medan perang melawan sang agresor dari Inggris, namun selama enam kali pertempuran itu, pasukannya selalu babak belur dihajar oleh musuh, hingga terpaksa mengalami kekalahan dan melarikan diri ke hutan. Akhirnya, dia sendiri juga bersembunyi di sebuah gubuk kosong di dalam hutan belantara.

Suatu hari, hujan turun dengan derasnya, air hujan menerobos dari atap rumah yang bocor mengenai muka Bryce, sehingga dia terbangun dari tidurnya. Sesaat dia merenungi nasibnya yang malang karena tidak dapat mengalahkan musuh, walaupun dia telah mengerahkan segala daya upaya. Semakin dia memikirkan hal ini, hatinya semakin pedih dan hampir putus asa.

Pada saat itu, mata Bruce menatap ke atas balok kayu yang melintang diatas kepalanya, disana ada seekor laba-laba sedang merajut sarangnya.

Dia dengan seksama memperhatikan gerak gerik laba-laba tersebut, dihitungnya usaha si laba-laba yang telah enam kali berturut-turut berusaha sekuat tenaga mencoba mengaitkan salah satu ujung benang ke balok kayu yang berada di seberangnya, namun akhirnya gagal juga.

“Sungguh kasihan makhluk kecil ini,” ujar Bryce, “Seharusnya kau menyerah saja!”

Namun, sungguh diluar dugaan Bryce, walaupun telah enam kali si laba-laba gagal mengaitkan ujung benangnya, dia tidak lantas putus asa dan berhenti berusaha, dia coba lagi untuk yang ke tujuh kalinya, dan kali ini dia berhasil. Melihat ini semua, Bryce sungguh merasa kagum dan lupa pada nasib yang menimpa dirinya.

Bruce akhirnya berdiri dan menghela napas panjang, lalu dengan lantang dia berteriak: “Aku juga akan bertempur lagi untuk yang ketujuh kalinya!”

Bryce akhirnya benar-benar mendapatkan semangatnya kembali, ia segera mengumpulkan dan melatih lagi sisa-sisa pasukannya, lalu mengatur strategi dan menggempur lagi pertahanan musuh, dengan susah payah dan perjuangan yang tak kenal menyerah, akhirnya Bryce berhasil mengusir pasukan musuh dan merebut kembali tanah airnya.

Pesan yang dapat kita petik adalah, bahwa janganlah pernah kita menyerah terhadap keadaan, bila mana kita terus berusaha untuk mewujudkannya, tak ada suatu hal yang tak mungkin kita lakukan dan dapatkan seperti kata pepatah ‘dimana ada kemauan, disitu ada jalan’


Dongeng - Raja dan Laba-Laba oleh Kisah Motivasi

Dongeng - Jalan Menuju Sukses


Seorang pemuda berbicara dengan gurunya. Ia bertanya, “Guru, bisakah engkau tunjukkan dimana jalan menuju sukses ?”

Sang guru terdiam sejenak.

Tanpa mengucapkan sepatah kata, sang guru menunjuk ke arah sebuah jalan. Pemuda tersebut segera berlari menyusuri jalan yang ditunjukkan oleh gurunya. Ia tak mau membuang-buang waktu lagi untuk meraih kesuksesan.

Setelah beberapa saat melangkah tiba-tiba ia berseru, “Ini jalan buntu!”

Benar, di hadapannya berdiri sebuah tembok besar yang menutupi jalan. Ia terpaku kebingungan, “Barangkali aku salah mengerti maksud guru.”

Kembali, pemuda tersebut berbalik menemui sang guru untuk bertanya sekali lagi, “Guru, yang manakah jalan menuju sukses.”

Sang guru tetap menunjuk ke arah yang sama. Pemuda itu kembali berjalan ke arah itu lagi. Namun yang ditemuinya tetap saja sebuah tembok yang menutupi. Ia berpikir, ini pasti hanya gurauan. Dan iapun kemudian merasa dipermainkan.

Emosi dan dengan penuh amarah ia menemui sang guru, “Guru, aku sudah menuruti petunjukmu. Tetapi yang aku temui adalah sebuah jalan buntu. Aku tanyakan sekali lagi padamu, yang manakah jalan menuju sukses? Kau jangan hanya menunjukkan jari saja, bicaralah!”

Sang guru akhirnya berbicara, “Di situlah jalan menuju sukses. Hanya beberapa langkah saja di balik tembok itu.”

Siapa bilang tembok adalah tujuan akhir?

Dongeng - Jalan Menuju Sukses oleh Kisah Motivasi